Sabtu, 06 Jun 2026 11:45 WIB

Misteri Pohon Tabebuya Menangis Gemparkan Warga Kepanjen Malang

Pohon Tabebuya mengeluarkan air. (Foto: Tangkapan layar video Akhsan Muamar)
Pohon Tabebuya mengeluarkan air. (Foto: Tangkapan layar video Akhsan Muamar)

jatimnow.com - Sebuah pohon Tabebuya kuning seolah menangis mengeluarkan muncratan air dari rantingnya. Hal itu membuat heboh warga yang berada di perempatan Sembujo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Fenomena tersebut sempat viral di media sosial seperti unggahan Akhsan Muamar di grup Facebook Arek Kepanjen dengan caption 'Pohon Tabebuya Mengeluarkan Air Padahal Tidak Hujan'. 

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Saat dikonfirmasi, Akhsan menjelaskan jika keanehan itu terjadi pada Sabtu 21 Oktober 2023. Waktu itu dirinya melihat ada ramai-ramai orang di bawah pohon, lalu ia pun penasaran dan berhenti. Ternyata ada pohon yang mengeluarkan air seperti menangis.

"Awalnya penasaran saya pikir ada kecelakaan, ternyata orang-orang melihat pohon menangis. Airnya dari ranting pohon Tabebuya," katanya, Minggu (22//10/2023).

Tak sedikit warga yang ikut merekam kejadian tersebut. Bahkan saat malam hari air yang keluar cukup jelas terlihat.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

"Bukan hanya saya saja yang merekam tapi banyak juga lainnya. Aneh baru pertama kali ini mengetahui seperti itu. Gak tau kenapa, apakah memang pertanda alam atau bagaimana," tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga lain, Purwanto menerangkan jika kejadian aneh itu mampu menyedot perhatian banyak orang. Pasalnya air yang keluar seperti sprayer.

"Airnya dari ranting dan batang pohon Tabebuya, padahal tidak hujan. Kemarin yang lihat sangat ramai, sampai-sampai kendaraan yang parkir membuat jalan sempat macet," katanya.

Baca Juga: Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, 312 Ribu Kendaraan Padati Tol Pandaan-Malang

Namun saat siang, pohon Tabebuya setinggi kurang lebih 4 meter tersebut tidak mengeluarkan air sebanyak pada malam hari.

"Kalau siang tidak banyak, cuma airnya tetap keluar sedikit. Tidak tahu lagi kalau malam hari, mungkin banyak seperti Sabtu malam kemarin," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.