Minggu, 26 Jul 2026 11:05 WIB

Muhammadiyah dan NU Banyuwangi Enggan Dilibatkan #2019GantiPresiden

  • Penulis :
  • | Kamis, 30 Agu 2018 20:02 WIB
Waka Polres Banyuwangi Kompol Oskar Samsudin saat menerima perwakilan pro #2019GantiPresiden
Waka Polres Banyuwangi Kompol Oskar Samsudin saat menerima perwakilan pro #2019GantiPresiden

jatimnow.com - Rencana kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden di Banyuwangi disikapi oleh dua organisasi keagamaan. Baik dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah maupun Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Kedua ormas Islam di Banyuwangi tersebut berharap supaya tidak dilibatkan dalam gerakan itu.

Sekretaris PD Muhammadiyah Banyuwangi, M Rofiq mengatakan, bahwa gerakan-gerakan yang dapat memicu tumbuhnya kubu-kubu hingga saling berseberangan dan memperkeruh keadaan supaya dihindari di tahun politik ini.

Menurutnya, sebagai warga negara seyogyanya tidak saling berseteru dalam momen atau kegiatan rutin lima tahunan ini, yakni pergantian presiden.

"Karena sesungguhnya lawan kita tidak seperti "hitam putih". Tapi lebih ke fastabiqul khoirot yaitu berlomba-lomba untuk kebaikan," kata Rofiq saat dikonfirmasi, Kamis (30/8/2018).

Hari ini, katanya, masyarakat dinilai sudah cukup cerdas dalam menilai, melihat, mengamati bagaimana kepemimpinan yang berjalan saat ini.

Dalam kesempatan itu, dirinya berpesan supaya tidak membesar-besarkan perbedaan. Apalagi hingga menarik gerakan-gerakan di tingkat nasional ke tataran daerah.

Tetapi bagi masyarakat yang mempunyai aspirasi dan ingin menyampaikan pendapat dan tidak melanggar ketentuan umum, dirinya tidak mempersoalkan.

"Kalau dinilai baik ya diteruskan ke periode berikutnya. Kalau dinilai tidak baik ya gak apa-apa dicarikan alternatif pengganti," paparnya.

"Kita ini melihat Banyuwangi yang sudah cukup baik. Kita jaga bersama, sehingga hal ini dapat menjadi semacam energi positif untuk menarik masyarakat luar datang ke Banyuwangi," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, Ali Makki Zaini mengaku bahwa hingga hari ini pihaknya belum mendapatkan undangan terkait rencana deklarasi #2019GantiPresiden yang sedianya akan digelar di Gedung Wanita pada 5 September mendatang.

"Kita berharap dari masing-masing tim sukses bisa menahan diri. Kita ini bangsa yang senyam-senyum, bangsa yang bisa ngomong baik-baik. Itu saja kalau saya," celetuk Gus Makki sapaannya.

Sebelumnya, sekelompok massa yang akan mendeklarasikan #2019GantiPresiden mendatangi Mapolres Banyuwangi untuk menyampaikan surat pemberitahuan kegiatan.

Dalam kesempatan itu, mereka mengklaim telah menyebarkan undangan kepada organisasi, baik ormas-ormas Islam maupun organisasi kepemudaan.

Bahkan, mereka mengaku seluruh persiapan acara yang akan digelar di Gedung Wanita itu persiapannya telah mencapai 100 persen.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.