Senin, 27 Jul 2026 18:23 WIB

PLN NP Siap jadi Trader Terbesar di Bursa Karbon Indonesia

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - PLN Nusantara Power (PLN NP) siap menjadi garda terdepan untuk mendukung pemerintah dalam menghindarkan emisi dan mengakselerasi transisi energi di Indonesia.

Melalui Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) yang telah diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PLN Nusantara Power akan segera menjadi PLTGU pertama yang melantai ke bursa karbon Indonesia pada Oktober 2023.

Baca Juga: Galeri Bursa Efek Indonesia Dicanangkan di Kediri, Tingkatkan Literasi Pasar Modal

Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah mengatakan sebagai bagian dari PLN Group, pihaknya akan terus mendukung transisi energi dengan berperan aktif menghindarkan emisi pada bursa perdagangan karbon untuk mencapai Net Zero Emission.

"Hampir 1 juta ton CO2 yang akan diperdagangkan dan PLN NP siap menjadi trader terbesar di bursa karbon," ungkap Ruly, Kamis (19/10/2023).

Pencapaian reduksi emisi GRK dari PLTGU Blok 3 telah diverifikasi dan divalidasi oleh Lembaga Terakreditasi dan KLHK. PLN NP melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Blok 3 Muara Karang yang telah memperoleh Sertifikat Penurunan Emisi (SPE) pertama di Indonesia dan menjadi unit pembangkit berbahan bakar gas pertama di Indonesia yang masuk ke bursa karbon.

Baca Juga: MSIE Raup Pendapatan Rp6,79 Miliar, Bidik Ekspansi Properti Pendidikan di Bali

Hal ini tidak luput dari kolaborasi melalui metodologi aksi mitigasi sektor energi yang diterbitkan oleh EBTKE Kementerian ESDM.

"Hal ini merupakan buah kerja keras, kerja cerdas, serta inovasi seluruh karyawan kami di PLTGU Muara Karang sehingga menjadi yang pertama di Indonesia dalam mendapatkan SPE dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," tambah Ruly.

Ruly Firmansyah mengatakan bahwa PLTGU Blok 3 Muara Karang telah menggunakan 100�han bakar gas yang telah diregasifikasi dari LNG pada Floating Storage and Regassification Unit (FSRU) dengan menggunakan suplai LNG. PLTGU ini juga menggunakan teknologi gas turbin Combined Cycle terbaru dengan efisiensi kinerja mencapai 60,7 %.

Baca Juga: IHSG Mengamuk, Meroket Tajam 7,57 Persen ke Level 5.746

Tindakan PLN NP sebagai bukti keseriusan di dalam menanggulangi perubahan iklim dengan ikut dalam bursa perdagangan karbon di Indonesia. Kedepannya, PLN NP berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan melalui proyek-proyek yang mendukung inisiatif aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

PLTGU blok 3 merupakan bagian dari Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang. UP ini memiliki total kapasitas pembangkit sebesar 2.177 MW serta berkontribusi melistriki DKI Jakarta dengan memasok kebutuhan listrik ke berbagai area-area kritikal seperti gedung pemerintah dan bandara internasional.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.