Sabtu, 13 Jun 2026 16:58 WIB

320 Ekor Sapi Ikut Kontes di Pasar Hewan Terpadu Tulungagung, Ada yang Ukuran Jumbo

Sapi yang mengikuti kontes di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sapi yang mengikuti kontes di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan ekor sapi berukuran jumbo mengikuti kontes di Pasar Hewan Terpadu Tulungagung.

Kontes yang digelar oleh Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPI) ini bertujuan untuk menggairahkan kembali peternak yang terpuruk usai badai penyakit dan virus beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Dalam dua tahun terakhir wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta virus Lumpy Skin Disiase (LSD) menjadi momok bagi peternak. Beberapa peternak bahkan terpaksa gulung tikar karena serangan penyakit tersebut.

Ketua Panitia Kontes Sapi, Edi Purwanto mengatakan terdapat 320 ekor sapi yang menjadi peserta kegiatan ini. Mereka mengikuti 11 kategori yang dilombakan. Tak hanya dari wilayah sekitar, beberapa peserta kontes sapi ini juga berasal dari luar pulau Jawa.

"Untuk jumlah peserta ada sekitar 320-an, terdiri dari 11 kelas, mulai dari kelas pedet jantan hingga kelas ekstrem. Peserta terjauh dari Lampung," ujarnya, Senin (16/10/2023).

Selain berat sapi, panitia juga menilai bentuk badan serta kesehatannya. Sesi penimbangan menjadi hal menarik dalam kontes ini. Penonton akan bersorak saat mengetahui berat sapi melebihi 1 ton. Seluruh sapi yang menjadi peserta kontes juga sudah divaksin.

"Penilaiannya banyak hal, selain berat juga bentuk kepala, bentuk badan dan kesehatannya juga dinilai oleh juri," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Kontes sapi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan semangat peternak pasca serangan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan virus Lumpy Skin Disease (LSD) dalam beberapa tahun terakhir ini. Imbas penyakit tersebut sangat terasa bagi peternak. Beberapa di antaranya bahkan gulung tikar.

"Banyak kandang-kandang besar yang di wilayah Kediri, Tulungagung, Blitar tutup. Yang kapasitas 200 ekor itu sekarang banyak yang tidak isi lagi, kalaupun isi hanya separuh," jelasnya.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

Adanya kontes ini disambut hangat oleh para peternak. Salah satunya James Rumble. Pria asal Australia ini sudah 3 tahun terakhir menggeluti bisnis ternak dan penggemukan sapi di Banyuwangi. James membawa dua ekor sapi untuk mengkuti kontes tersebut.

Menurutnya, dengan mengikuti kontes, secara tidak langsung akan menggugah semangatnya untuk beternak dan melakukan penggemukan sapi.

"Sangat kuar biasa melihat sapi berukuran besar disini membuat bersemangat," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.