Rabu, 22 Jul 2026 03:29 WIB

Polres Bojonegoro Panggil Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ada Apa?

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro RA. Retno Budi Widyanti saat hendak meninggalkan kantor Satreskrim Polres Bojonegoro (Foto: Yati for Jatimnow.com)
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro RA. Retno Budi Widyanti saat hendak meninggalkan kantor Satreskrim Polres Bojonegoro (Foto: Yati for Jatimnow.com)

jatimnow.com - Buntut perkara hibah pupuk fertila non subsidi tahun 2023 untuk para patani tembakau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro dipanggil Satreskrim Polres Bojonegoro untuk memberikan klarifikasi, pada Rabu (27/09/2023).

Pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat atas dugaan penyalahgunaan pengadaan bantuan pupuk fertila kepada petani tembakau tahun 2023.

Baca Juga: Kecewa Suami Selingkuh, TKW Asal Bojonegoro Ratakan Rumah dengan Alat Berat

Sebagaimana yang disebutkan dalam surat pemanggilan dengan nomor B/100/IX/SATRESKRIM tersebut, DKPP diminta untuk memberikan klarifikasi serta pengumpulan dokumen.

Dokumen yang dimaksud seperti dokumen pengadaan kontrak, DPA DKPP tahun 2023, daftar poktan/gapoktan penerima hibah, proposal pengajuan dari poktan/gapoktan, dokumen pertanggungjawaban serta dokumen lain yang berhubungan dengan perkara hibah pupuk fertila tersebut.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, RA. Retno Budi Widyanti menjelaskan bahwa kedatangannya ke Polres Bojonegoro untuk memenuhi surat pemanggilan tersebut.

“Cuma menyerahkan dokumen sebagaimana yang diminta, mas," Ujar Retno saat hendak meninggalkan kantor Satreskrim Polres Bojonegoro.

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Sementara itu, disinggung terkait dugaan penyalahgunaan pengadaan pupuk fertila, Retno mengungkapkan ada ketidakkesesuaian pada jumlah realisasasi progam bantuan pupuk bagi petani tembakau tersebut. Hal itu dikarenakan adanya beberapa poktan yang mengundurkan diri.

“Karena adanya beberapa kelompok yang mengundurkan tidak menanam tembakau otomatis kan kita tidak merealisasikan sebanyak itu,” singkat Retno.

Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode RUP 38952715 tertanggal pembaharuan paket yakni 03 Januari 2023 untuk total volume pekerjaan yang tercantum sebesar 540.000 kg dengan uraian pekerjaan belanja hibah barang berupa pupuk tembakau, pupuk kimia NPK Non Subsidi dengan total Rp10.800.000.000, dan total realisasi yang ada sebesar 502.200 kg dengan nilai Rp7.181.460.000.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

Sementara itu, dalam keterangan sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Helmi Elisabeth menjelaskan di dalam realisasi pengadaannya, jumlah volume pupuk bukan 540 ton, melainkan 502,2 ton dikarenakan ada beberapa poktan/gapoktan yang mengubah pola tanam, tidak jadi menanam tembakau.

Akhirnya ada yang mengundurkan diri dari bantuan hibah pupuk dengan membuat berita acara pengunduran diri. Sehingga realisasi total pengadaan pupuk sebesar Rp7.181.460.000, sesuai di e-katalog dengan harga Rp.14.300 per kilogram sudah termasuk ongkos kirim.

"Jadi tidak ada mark up di dalam proses pengadaan pupuk NPK Fertila, karena dari perencanaan sebesar Rp10,8 miliar hanya direalisasikan Rp7.181.460.000 sesuai harga per kilogram yang tertera di e-katalog sudah termasuk ongkos kirim. Volume pupuk menyesuaikan dengan ajuan dari kelompok/gabungan kelompok tani," ucapnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.