Kamis, 23 Jul 2026 16:17 WIB

KONI Kabupaten Blitar Minta Kota Malang Minta Maaf!

KONI Kabupaten Blitar saat menggelar press konferense. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
KONI Kabupaten Blitar saat menggelar press konferense. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar meminta KONI Kota Malang meminta maaf secara langsung.

Hal ini terkait insiden yang terjadi dalam pertandingan futsal pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2023 (Porprov Jatim 2023).

Baca Juga: Unesa Jaring Bibit Atlet Futsal di Surabaya, Usung Tema Fight For Pride

Dalam pertandingan tersebut pemain dari Kota Malang menendang pemain Blitar yang sedang melakukan selebrasi setelah mencetak gol. Tindakan tidak sportif ini dinilai mencederai pertandingan tersebut.

Atas insiden ini KONI Kota Malang diharapkan meminta maaf secara langsung kepada pemain tim futsal Kabupaten Blitar yang menjadi korban dalam pertandingan tersebut.

Ketua KONI Kabupaten Blitar Tonny Andreas mengatakan hingga saat ini mereka belum menerima permintaan maaf secara langsung dari pihak KONI Kota Malang.

Pihak KONI Kota Malang hanya meminta maaf secara umum yang diunggah melalui media sosial. Diharapkan KONI Kota Malang beserta seluruh tim futsal Kota Malang untuk meminta maaf kepada pemain dan keluarga pemain tim futsal Kabupaten Blitar secara langsung.

"Kami berharap seluruh tim datang ke Blitar meminta maaf kepada kita pemain dan keluarga pemain. Kita duduk bersama untuk meredam semua ini," ujarnya, Jumat (22/09/2023).

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Hal senada juga diungkapkan Lutfi, ibu dari Hanafi, pemain tim futsal Kabupaten Blitar yang menjadi korban tendangan.

Lutfi mengaku akan memaafkan dengan sangat legawa jika pihak tim futsal Kota Malang meminta maaf secara langsung. Namun hingga kini belum ada satu pihak pun yang menghubunginya untuk menyatakan permintaan maaf.

"Jika pihak sana minta maaf saya akan memaafkan. Karena saya menyadari mereka juga punya masa depan. Jadi mari kita sama-sama duduk bersama," tuturnya.

Saat ini lanjut dia, anaknya Hanafi, masih merasakan sakit di bagian bahu yang ditendang. Rencananya Hanafi dan dua pemain lainnya akan menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

"Sampai sekarang masih sakit tapi saya masih bersyukur karena tidak kena kepalanya," pungkasnya.

Aksi tak terpuji dilakukan salah satu pemain futsal Kota Malang viral di media sosial. Pemain tersebut menendang bahu salah satu pemain futsal Kabupaten Blitar yang sedang melakukan selebrasi dengan sujud syukur usai tim Kabupaten Blitar mencetak gol.

Pemain tersebut telah menerima sanksi dari federasi Provinsi Jatim berupa larangan bermain selama dua tahun di event resmi yang diselenggarakan FFI, AFK maupun AFP.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.