Rabu, 22 Jul 2026 17:56 WIB

Tersangka Penelantaran Bayi di Gresik Mengaku Khilaf

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom saat membeber barang bukti kasus penelantaran bayi (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom saat membeber barang bukti kasus penelantaran bayi (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Gresik menggelar pers rilis kasus penelantaran bayi yang terjadi di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Dua tersangka yang merupakan pasangan belum menikah, yakni BPN (24) asal Menganti, Gresik, dan UD (22) asal Madura, dihadirkan di hadapan wartawan di halaman Mapolres Gresik, Jumat (1/9/2023).

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjelaskan bahwa BPN dan UD dinyatakan sebagai tersangka setelah menelantarkan bayi hasil hubungan gelap mereka di depan Pondok Al Hikmah, Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Rabu (23/8/2023).

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

“BPN dan UD ini sudah berpacaran dua tahun. Keduanya melakukan hubungan intim layaknya pasangan suami istri hingga akhirnya hamil di luar nilah,” kata AKBP Adhitya Panji Anom, didampingi Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Kasi Humas Polres Gresik Iptu Wiwit Mariyanto.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan saat usia kehamilan UD mencapai 7 bulan, UD yang tinggal di Surabaya kemudian mendatangi rumah BPN di Kecamatan Menganti Gresik. Di rumah BPN, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, perut UD terasa mules kemudian mengalami pendarahan dan akhirnya melahirkan bayi laki-laki di kamar mandi.

“Tersangka UD melahirkan di kamar mandi. BPN kemudian melepaskan ari-ari bayi tersebut,” jelas Alumnus Akpol 2002 itu.

Setelah melahirkan anak hasil hubungan gelapnya, kedua tersangka panik kemudian membawa bayi itu menuju ke halaman Pondok Al Hikmah, Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti.

Baca Juga: Staf PMD Gresik Jadi Tersangka Penipuan PPPK, Janjikan Lolos Lewat Jalur Dalam

Setelah bayi yang masih merah itu ditinggal disertai pesan tulisan yang berisi nama bayi tersebut di depan pondok, kemudian BPN menelepon pihak pesantren untuk mengabarkan jika di depan pondok ada bayi.

“Setelah melakukan penyelidikan berdasarkan pesan yang ditinggalkan serta nomor telepon tersangka. Dari situ petugas berhasil mengamankan keduanya saat membesuk bayi tersebut di RSUD Ibnu Sina Gresik,” beber Kapolres.

Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka ditetapkan tersangka dijerat Pasal 305 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi “Barang siapa menempatkan anak yang umurnya belum tujuh tahun untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan”.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Adhitya menambahkan pada saat interogasi, tersangka BPN mengatakan, dirinya nekat melakukan hal itu karena merasa bingung dan panik sebab dirinya dan UD belum menikah atau belum sah sebagai suami istri.

“Saya khilaf. Saya kemudian berniat menitipkan bayi itu ke Pesantren,” ucap BPN.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti diantaranya lembar kertas bertuliskan nama bayi, 1 sepeda motor matic merek Honda PCX, 2 handphone, gunting, sekop, dua handphone serta sarung.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.