Minggu, 14 Jun 2026 08:22 WIB

Mengenal Tradisi Pahargyan Adat Longkangan di Trenggalek

Tradisi Pahargyan Adat Longkangan yang digelar oleh warga Trenggalek. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek)
Tradisi Pahargyan Adat Longkangan yang digelar oleh warga Trenggalek. (Foto: Dok Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Warga dan nelayan di Teluk Sumbreng, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek mengelar upacara Pahargyan Adat Longkangan. Upacara ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas hasil laut.

Dalam upacara tersebut mereka melarungkan tumpeng agung ke lautan. Pahargyan atau perayaan adat Longkangan juga bertujuan melestarikan tradisi yang telah dijaga turun-temurun.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhamad Nata Negara yang hadir dalam perayaan tersebut mengatakan bahwa dengan semakin banyaknya event yang digelar, membuktikan perekonomian yang ada di Trenggalek kian menggeliat. Tradisi ini sudah digelar sejak ratusan tahun lalu.

"Longkangan ini adalah salah satu adat yang ada di Kecamatan Munjungan yang dikatakan sudah berusia sekitar 174 tahun. Jadi sudah ada sejak lama. Ini adalah bentuk syukur dengan harapan nanti hasil lautnya bisa semakin melimpah," ujarnya, Selasa (13/6/2023).

Tradisi ini juga merupakan upaya menjaga kelestarian alam. Warga dan nelayan meyakini ketika laut terjaga maka mereka akan dijaga oleh laut. Konsep keseimbangan ini yang dipertahankan oleh warga.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Ini juga salah satu upaya untuk menjaga kelestarian alam, jadi tidak hanya kelestarian budaya tapi alamnya juga, karena masyarakat Munjungan meyakini ketika menjaga lautnya insyaallah kita juga akan dijaga oleh laut," tuturnya.

Sementara itu, Plt. Camat Munjungan Yusuf Widharto berharap melalui adat Longkangan sebagai wujud syukur, tidak hanya nelayan namun seluruh masyarakat, ke depan hasil laut semakin melimpah.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Semoga melalui kearifan lokal ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling berkolaborasi dan bergotong royong menuju Kecamatan Munjungan yang Sumbut," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.