Senin, 08 Jun 2026 14:38 WIB

Anwar Sadad Akui Tak Bisa Move On, Ciyeee...

Anwar Sadad (Foto: dok.  jatimnow.com)
Anwar Sadad (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad mengaku beruntung pernah berproses di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) semasa kuliah. Sebab itu ia tak bisa move on dari PMII.

Di organisasi ekstra kampus itulah dia digembleng menjadi insan yang kritis dan senantiasa dipacu untuk bergerak, hingga kini. Hal itu disampaikan Anwar Sadad sebagai bentuk syukur atas peringatan Harlah ke-65 PMII pada Senin 17 April 2023.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Saya merasa beruntung dibesarkan di rumah PMII. Rumah yang menginspirasi saya untuk selalu bergerak. Rumah yang mengajari saya untuk selalu kritis. Rumah tempat saya menghirup spirit keislaman dan keindonesiaan dalam satu tarikan napas,” kata Sadad kepada jatimnow.com, Senin (17/4/2023).

Wakil Ketua DPRD Jatim itu mengatakan, sejak berdiri, PMII telah mengambil peran dalam sejarah bangsa ini dan kontribusinya tak berhenti hingga sekarang. Kendati basis PMII dibangun di kampus, namun gerakannya begitu kuat hingga mampu menembus tembok kekuasaan.

Alumnus Fakultas Ushuluddin IAIN (kini UIN) Sunan Ampel Surabaya itu menuturkan, PMII mampu mengambil peran sebesar itu karena kritisisme ditanamkan kepada kader-kadernya.

"Membangun kritisisme adalah kode genetika kader PMII,” tandas Sadad.

Sejarah membuktikan, lanjut keluarga Sidogiri itu, PMII sebagai gerakan tak pernah menyerah pada kekuasaan. Dalam konteks ini, kritisisme aktivis PMII terbangun karena ia membaur, menjadi bagian dari masyarakat.

Baca Juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

"Karena tempat terbaik bagi seorang aktivis adalah di lapangan, tempat semua keresahan dan penderitaan rakyat ditemukan, untuk dicarikan solusinya,” ujarnya.

Di sisi lain, PMII memandang bahwa pada hakikatnya kekuasaan adalah alat untuk mengagagas, menemukan, dan mengeksekusi tindakan yang solutif.

"Kekuasaan yang tidak memberikan solusi, bahkan menjadi problem, menandakan ia sedang macet. Maka PMII sebagai gerakan tak pernah berhenti dan menyerah pada kekuasaan,” kata Sadad.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

“Dirgahayu ke-63 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” ucap Sadad.

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.