Kamis, 23 Jul 2026 10:15 WIB

Bisnis Action Figur yang Tak Pernah Mati

Yahya menunjukkan koleksi action figurnya (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Yahya menunjukkan koleksi action figurnya (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bagi para penggemarnya, action figure bukanlah sekadar mainan biasa.

Miniatur tokoh film, vidio game atau komik ini sudah menjadi barang koleksi, yang tak jarang didapatkan dengan harga mahal.

Baca Juga: Sentra Penjahit Pasar Pahing Kediri Ramai Pesanan Seragam Jelang Tahun Ajaran Baru

Hal itu ditangkap sebagai peluang bisnis oleh Yahya Muchamad Latif, pemuda asal Kota Kediri. Beberapa tahun terakhir dia terus mengembangkan bisnis tersebut.

Menurut Yahya, peminat dari miniatur action figur ini terbilang cukup banyak. Usianya pun beragam, mulai anak-anak hingga kalangan orang dewasa. Bahkan ada pelanggannya yang berusia 60 tahun yang terus menambah koleksinya.

"Kediri saja, kota dan kabupaten banyak peminatnya. Dari kota-kota sekitar juga cukup banyak. Intinya, selama di Jepang masih ada film untuk figur, akan terus ramai," ungkap Yahya, Rabu (12/4/2023).

Tokoh atau karakter favorit melalui film yang terus bermunculan itu, menjadi pusat perburuan bagi kolektor untuk bisa mendapatkannya. Bisa dibilang, bisnis ini tak pernah mati.

Baca Juga: Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

Banyaknya minat terhadap miniatur ini, terlihat dari jumlah miniatur yang terjual per hari. Digerai yang ia buka di salah satu swalayan Kota Kediri itu, Yahya mengaku, dalam sehari mampu menjual 100-300 pcs miniatur berbagai action figur.

Sedangkan untuk harga dari miniatur ini terbilang cukup bervariatif, mulai Rp10 ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan pembuatan.

"Lebih detil harganya lebih mahal," terang Yahya.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Yahya mengatakan, koleksi miniatur bukanlah sekadar sebuah hobi maupun mencari sebuah kesenangan semata. Seiring perkembangan waktu, miniatur dapat dijadikan sebagai investasi.

Mengingat harga miniatur semakin hari bakal semakin mahal, terutama bagi para kolektor baru yang bermaksud melengkapi koleksinya. Namun benda tersebut terbatas karena sudah tak diproduksi lagi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.