Senin, 08 Jun 2026 02:33 WIB

Bisnis Action Figur yang Tak Pernah Mati

Yahya menunjukkan koleksi action figurnya (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Yahya menunjukkan koleksi action figurnya (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bagi para penggemarnya, action figure bukanlah sekadar mainan biasa.

Miniatur tokoh film, vidio game atau komik ini sudah menjadi barang koleksi, yang tak jarang didapatkan dengan harga mahal.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Hal itu ditangkap sebagai peluang bisnis oleh Yahya Muchamad Latif, pemuda asal Kota Kediri. Beberapa tahun terakhir dia terus mengembangkan bisnis tersebut.

Menurut Yahya, peminat dari miniatur action figur ini terbilang cukup banyak. Usianya pun beragam, mulai anak-anak hingga kalangan orang dewasa. Bahkan ada pelanggannya yang berusia 60 tahun yang terus menambah koleksinya.

"Kediri saja, kota dan kabupaten banyak peminatnya. Dari kota-kota sekitar juga cukup banyak. Intinya, selama di Jepang masih ada film untuk figur, akan terus ramai," ungkap Yahya, Rabu (12/4/2023).

Tokoh atau karakter favorit melalui film yang terus bermunculan itu, menjadi pusat perburuan bagi kolektor untuk bisa mendapatkannya. Bisa dibilang, bisnis ini tak pernah mati.

Baca Juga: Tren Kecantikan 2026, Rever Academy Surabaya Rilis Gaya Ikonik

Banyaknya minat terhadap miniatur ini, terlihat dari jumlah miniatur yang terjual per hari. Digerai yang ia buka di salah satu swalayan Kota Kediri itu, Yahya mengaku, dalam sehari mampu menjual 100-300 pcs miniatur berbagai action figur.

Sedangkan untuk harga dari miniatur ini terbilang cukup bervariatif, mulai Rp10 ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan pembuatan.

"Lebih detil harganya lebih mahal," terang Yahya.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Yahya mengatakan, koleksi miniatur bukanlah sekadar sebuah hobi maupun mencari sebuah kesenangan semata. Seiring perkembangan waktu, miniatur dapat dijadikan sebagai investasi.

Mengingat harga miniatur semakin hari bakal semakin mahal, terutama bagi para kolektor baru yang bermaksud melengkapi koleksinya. Namun benda tersebut terbatas karena sudah tak diproduksi lagi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.