Senin, 08 Jun 2026 16:01 WIB

Bukti Nyata Pemkab Ponorogo Peduli

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (Kang Giri) menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga almarhum Ketua RT, sebagai bukti nyata pemkab peduli (Foto: Humas Pemkab Ponorogo/jatimnow.com)
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (Kang Giri) menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga almarhum Ketua RT, sebagai bukti nyata pemkab peduli (Foto: Humas Pemkab Ponorogo/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko datang langsung ke rumah duka Kemin di Desa Ringinputih, Kecamatan Sampung, kabupaten setempat. Kemin semasa hidup adakah ketua RT 03 di desa itu.

Sehingga, Kemin berhak mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Di rumah duka, orang nomor satu di Bumi Reog itu menyerahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Almarhum berhak mendapatkan proteksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo selama menjalankan tugasnya sebagai ketua RT.

Itu sesuai dengan program Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita, yaitu Rp10 juta per RT. Sehingga semua RT di Bumi Reog merasakan program tersebut.

Uang program Rp10 juta per RT itu, salah satunya digunakan untuk pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi tiga pengurus RT, yaitu ketua, bendahara dan sekretaris.

Sehingga ketika pengurus melaksanakan tugasnya, ketika ada kecelakaan kerja, yang bersangkutan terlindungi dari keikutsertaannya di BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengucapkan belasungkawa kepada keluarga almarhum Kemin.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Semoga meninggal dunia dalam kondisi sahid dan husnul khotimah," tutur Kang Giri-sapaan Sugiri Sancoko, Rabu (5/4/2023).

Kang Giri menyebut bahwa santunan tersebut menjadi bukti, bahwa Pemkab Ponorogo memproteksi para pengurus RT.

"Kami ingin yang di Ponorogo mendapatkan perlindungan. Sehingga kami proteksi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Awalnya sepele karena mendapatkan banyak laporan pengurus RT wafat," paparnya.

Dari data yang dia dapat, Tahun 2022 ada 80 pengurus RT yang wafat. Dia menerangkan data tersebut memang lebih kecil dibanding total jumlah pengurus RT, yaitu 21 ribu.

Baca Juga: Gandeng Baznas, KKKS Tulungagung Santuni Ribuan Anak Yatim

"Dan hari ini saya menyerahkan santunan, saya mengaturkan belasungkawa. Ke depan lebih baik lagi, mudah-mudahan Ponorogo melindungi pekerja dari RT," terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Ringinputih, Supriadi membeberkan kronolog meninggalnya Kemin. Awalnya, warga RT 3 melaksanakan kerjabakti.

"Memugar rumah salah satu warga di RT 03 RW 01. Nah, saat kerja bakti itulah, Pak Kemin jatuh dari atap. Sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari, tapi kemudian dinyatakan meninggal dunia," pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.