Sabtu, 25 Jul 2026 14:57 WIB

Sidak di Pasar Legi Ponorogo, Ini Temuan Khofifah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sidak di Pasar Legi Ponorogo (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat sidak di Pasar Legi Ponorogo (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak ke Pasar Legi Ponorogo, Selasa (4/4/2023).

Dalam sidak kali ini, Khofifah menyebut bahwa harga dan suplai kebutuhan bahan pokok masih aman. Namun untuk stok MinyaKita kosong.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Ini tadi yang kosong di Pasar Legi adalah MinyaKita," ujar Khofifah, Selasa (4/4/2023).

Dia menjelaskan, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita adalah Rp14 ribu per liter.

"Hari ini MinyaKita di Ponorogo kosong. Karena ada kuota di masing-masing toko," ungkap mantan Menteri Sosial tersebut.

Menurutnya, kouta MinyaKita yang diberikan ke toko, biasanya sehari sudah habis. Sehingga penjual harus membeli kepada sales dengan sistem bundling atau membeli produk tertentu baru mendapatkan MinyaKita.

"Saya rasa seharusnya tidak demikian (sistem bundling). Pada dasarnya HET MinyaKita seperti HET bahan pokok lain, agar masyarakat memiliki keterjangkauan sesuai daya beli," tutur dia.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Khofifah menambahkan bahwa kuota MinyaKita seyogyanya tidak boleh dipersyaratkan dengan diikuiti pembelian produk tertentu.

"Ada dua produk ini masih banyak dan MinyaKita habis," urainya.

Sementara pedagang di Pasar Legi Ponorogo, Iin mengatakan bahwa sudah tidak jualan MinyaKita selama satu bulan. Awal-awal harganya sesuai dengan HET Rp14 ribu per liter.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Lepas Karnaval Budaya di Alun-Alun Bangkalan, Ini Harapannya

"Lama-lama itu naik harga MinyaKita. Sebelumnya Rp14 ribu per liter. Lalu menjadi Rp16 ribu per liter. Sekarang saya gak tahu berapa karena sudah tidak jual," jelas Iin.

Dia mengaku bahwa ketika kulakan MinyaKita harus ada paket. Paket yang dimaksud adalah dengan membeli minyak goreng dengan merek lain.

"Kemarin sempat beli MinyaKita harus paketan dengan minyak goreng lain. Yang habis MinyaKita dulu," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.