Rabu, 22 Jul 2026 07:30 WIB

Dinkes P2KB Trenggalek Investigasi Kasus Kematian Bayi Pascaimunisasi

Plt Kepala DinkesP2KB Trenggalek, Sunarto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Plt Kepala DinkesP2KB Trenggalek, Sunarto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Trenggalek melakukan investigasi terkait kasus kematian bayi berusia 5 bulan, yang dilaporkan meninggal usai mendapatkan imunisasi.

Berdasarkan kesimpulan sementara, kematian bayi tersebut diduga disebabkan akibat sesuatu kejadian yang terjadi bersama-sama atau co-insiden. Mereka juga akan mengumpulkan keterangan dari rekam medis dan tim kesehatan yang menangani bayi tersebut.

Baca Juga: 449 Jemaah Haji Trenggalek Tiba di Kampung Halaman, 3 Wafat di Tanah Suci

Plt Kepala DinkesP2KB Trenggalek, Sunarto mengatakan, imunisasi yang diberikan kepada bayi tersebut sebenarnya sudah sesuai prosedur. Berdasarkan data imunisasi, bayi tersebut mendapatkan vaksin DPT-HB-HIB, Polio dan PVC.

"Bahkan sebelumnya bayi tersebut juga sudah mendapatkan vaksin yang sama dan juga tidak ada masalah. Bahkan bayi lainya yang mendapatkan vaksin imunisasi tidak ada keluhan yang sama," ujarnya, Selasa (28/3/2023).

Gejala yang muncul pada bayi tersebut usai mendapatkan imunisasi sebenarnya lumrah terjadi. Akan tetapi dengan adanya peristiwa tersebut, DinkesP2KB Trenggalek akan melakukan investigasi, untuk mengetahui penyebab kematian bayi tersebut.

Baca Juga: Ribuan Mitra MBG di Trenggalek Gelar Aksi Damai, Dukung Program Tetap Berlanjut

"Dalam melakukan investigasi, kami juga mengumpulkan keterangan dan rekam medis korban dan keluarganya. Bahkan kami juga akan melakukan investigasi hingga ke petugas pelayanan, Puskesmas hingga rumah sakit yang menjadi tempat merawat korban," paparnya.

Sunarto menjelaskan, bahwa proses investigasi masih berlangsung dan kini ditangani oleh Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Hasil dari investigasi tersebut akan berupa rekomendasi atas kasus ini.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Kesimpulan sementara kami bukan mengarah ke KIPI. Akan tetapi lebih karena co-insiden. Dimana pada saat tertentu terjadi hal yang bersama-sama atau selain bayi tersebut mendapatkan vaksin, diduga ada penyakit yang berkembang pada tubuh bayi," pungkasnya.

Sebelumnya, Mukono (46) bersama dengan istrinya yang berasal dari Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Trenggalek membuat laporan ke Mapolres Trenggalek, kemarin (27/3/2023). Hal itu dilakukan setelah anak kandungnya yang masih berusia 5 bulan meninggal dunia usai mendapatkan imunisasi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.