Sabtu, 06 Jun 2026 20:38 WIB

Dinkes P2KB Trenggalek Investigasi Kasus Kematian Bayi Pascaimunisasi

Plt Kepala DinkesP2KB Trenggalek, Sunarto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Plt Kepala DinkesP2KB Trenggalek, Sunarto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Trenggalek melakukan investigasi terkait kasus kematian bayi berusia 5 bulan, yang dilaporkan meninggal usai mendapatkan imunisasi.

Berdasarkan kesimpulan sementara, kematian bayi tersebut diduga disebabkan akibat sesuatu kejadian yang terjadi bersama-sama atau co-insiden. Mereka juga akan mengumpulkan keterangan dari rekam medis dan tim kesehatan yang menangani bayi tersebut.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Plt Kepala DinkesP2KB Trenggalek, Sunarto mengatakan, imunisasi yang diberikan kepada bayi tersebut sebenarnya sudah sesuai prosedur. Berdasarkan data imunisasi, bayi tersebut mendapatkan vaksin DPT-HB-HIB, Polio dan PVC.

"Bahkan sebelumnya bayi tersebut juga sudah mendapatkan vaksin yang sama dan juga tidak ada masalah. Bahkan bayi lainya yang mendapatkan vaksin imunisasi tidak ada keluhan yang sama," ujarnya, Selasa (28/3/2023).

Gejala yang muncul pada bayi tersebut usai mendapatkan imunisasi sebenarnya lumrah terjadi. Akan tetapi dengan adanya peristiwa tersebut, DinkesP2KB Trenggalek akan melakukan investigasi, untuk mengetahui penyebab kematian bayi tersebut.

Baca Juga: Terdakwa Anak dalam Kasus Tewasnya Balita di Kediri Divonis 4 Tahun, Ibu Menangis

"Dalam melakukan investigasi, kami juga mengumpulkan keterangan dan rekam medis korban dan keluarganya. Bahkan kami juga akan melakukan investigasi hingga ke petugas pelayanan, Puskesmas hingga rumah sakit yang menjadi tempat merawat korban," paparnya.

Sunarto menjelaskan, bahwa proses investigasi masih berlangsung dan kini ditangani oleh Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Hasil dari investigasi tersebut akan berupa rekomendasi atas kasus ini.

Baca Juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total

"Kesimpulan sementara kami bukan mengarah ke KIPI. Akan tetapi lebih karena co-insiden. Dimana pada saat tertentu terjadi hal yang bersama-sama atau selain bayi tersebut mendapatkan vaksin, diduga ada penyakit yang berkembang pada tubuh bayi," pungkasnya.

Sebelumnya, Mukono (46) bersama dengan istrinya yang berasal dari Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Trenggalek membuat laporan ke Mapolres Trenggalek, kemarin (27/3/2023). Hal itu dilakukan setelah anak kandungnya yang masih berusia 5 bulan meninggal dunia usai mendapatkan imunisasi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.