Senin, 27 Jul 2026 04:02 WIB

Puluhan Ekor Monyet Wisata Mendit Malang Resahkan Warga

Penampakan monyet Wisata Mendit Malang yang meresahkan warga setempat (Foto: Ibrahim for jatimnow.com)
Penampakan monyet Wisata Mendit Malang yang meresahkan warga setempat (Foto: Ibrahim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan ekor monyet dari Taman Wisata Mendit meresahkan warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Tampak monyet-monyet tersebut berada di atap rumah, halaman rumah hingga gazebo. Monyet-monyet itu juga merusak beberapa fasilitas umum dan perabotan rumah warga.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Seringnya monyet masuk ke perkampungan, membuat masyarakat resah dan khawatir. Seperti yang disampaikan warga setempat, Widianto. Menurutnya, warga sangat resah. Bahkan tak sedikit yang mengalami kerugian akibat teror monyet itu.

"Kami juga sudah melayangkan surat yang ditandatangani oleh 77 KK dan kami kirimkan ke pengelola Wisata Mendit, pada Rabu (15/3/2023) kemarin. Harapannya agar ada tindakan supaya monyet-monyet tidak masuk ke perkampungan," ujar Ketua RT 1 RW 9 Dusun Lowoksuruh itu.

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Dalam surat tersebut, lanjut Widianto, berisi kesepakatan warga yang tidak mau adanya keberadaan monyet-monyet milik UPTD Pemandian Wendit yang sangat meresahkan dan membahayakan warga setempat.

"Monyet-monyet itu merusak tanaman milik warga, merusak atap rumah, genteng pada jatuh atau pecah, merusak kabel telepon, kabel lampu, kabel wi-fi. Lalu merusak perabotan rumah dan sampah-sampah berserakan. Paling mengkhawatirkan yaitu membahayakan warga, anak-anak, pengendara motor, karena monyet-monyet sering berada di jalan-jalan dan sekitar rumah warga," beber Widianto.

Baca Juga: Pemandangan Alam dan Ragam Trek Jadi Daya Tarik Selorejo Run Challenge Malang

Dia dan warga berharap ada upaya serius serta tindaklanjut seperti membuatkan kerangkeng atau tempat khusus untuk monyet-monyet supaya tidak bebas berkeliaran dan diberi makan secukupnya. Lalu merelokasi keberadaan monyet-monyet tersebut sampai 80 persen dari jumlah monyet yang ada.

"Harapan kami ada langkah kongkrit, bukannya mengusir monyet tapi keresahan kami bisa teratasi. Toh mulai saya kecil juga sudah hidup berdampingan dengan monyet-monyet tersebut, dan dulu tak pernah seperti ini," harapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.