Jumat, 12 Jun 2026 01:49 WIB

Puluhan Ekor Monyet Wisata Mendit Malang Resahkan Warga

Penampakan monyet Wisata Mendit Malang yang meresahkan warga setempat (Foto: Ibrahim for jatimnow.com)
Penampakan monyet Wisata Mendit Malang yang meresahkan warga setempat (Foto: Ibrahim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan ekor monyet dari Taman Wisata Mendit meresahkan warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Tampak monyet-monyet tersebut berada di atap rumah, halaman rumah hingga gazebo. Monyet-monyet itu juga merusak beberapa fasilitas umum dan perabotan rumah warga.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Seringnya monyet masuk ke perkampungan, membuat masyarakat resah dan khawatir. Seperti yang disampaikan warga setempat, Widianto. Menurutnya, warga sangat resah. Bahkan tak sedikit yang mengalami kerugian akibat teror monyet itu.

"Kami juga sudah melayangkan surat yang ditandatangani oleh 77 KK dan kami kirimkan ke pengelola Wisata Mendit, pada Rabu (15/3/2023) kemarin. Harapannya agar ada tindakan supaya monyet-monyet tidak masuk ke perkampungan," ujar Ketua RT 1 RW 9 Dusun Lowoksuruh itu.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Dalam surat tersebut, lanjut Widianto, berisi kesepakatan warga yang tidak mau adanya keberadaan monyet-monyet milik UPTD Pemandian Wendit yang sangat meresahkan dan membahayakan warga setempat.

"Monyet-monyet itu merusak tanaman milik warga, merusak atap rumah, genteng pada jatuh atau pecah, merusak kabel telepon, kabel lampu, kabel wi-fi. Lalu merusak perabotan rumah dan sampah-sampah berserakan. Paling mengkhawatirkan yaitu membahayakan warga, anak-anak, pengendara motor, karena monyet-monyet sering berada di jalan-jalan dan sekitar rumah warga," beber Widianto.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Dia dan warga berharap ada upaya serius serta tindaklanjut seperti membuatkan kerangkeng atau tempat khusus untuk monyet-monyet supaya tidak bebas berkeliaran dan diberi makan secukupnya. Lalu merelokasi keberadaan monyet-monyet tersebut sampai 80 persen dari jumlah monyet yang ada.

"Harapan kami ada langkah kongkrit, bukannya mengusir monyet tapi keresahan kami bisa teratasi. Toh mulai saya kecil juga sudah hidup berdampingan dengan monyet-monyet tersebut, dan dulu tak pernah seperti ini," harapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.