Minggu, 14 Jun 2026 05:21 WIB

Trend Penganiayaan Pesilat di Tulungagung Meningkat Tiap Tahun, Ini Penyebabnya

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Trend kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat di Tulungagung cenderung mengalami kenaikan dalam 3 tahun terakhir ini. Penggunaan atribut perguruan silat yang tidak sesuai tempatnya disebut menjadi salah satu penyebab. Selain itu rasa fanatis berlebihan terhadap kelompok perguruan silat juga menjadi pemicunya.

Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Agung Kurnia Putra mengatakan di tahun 2021 terdapat 26 kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat. Dari jumlah tersebut sebanyak 52 pesilat menjadi tersangka. Jumlah kasus ini meningkat d tahun 2022 lalu menjadi 39 kasus dengan 98 pesilat sebagai tersangka. Pada tahun ini hingga bulan Maret sudah terdapat 7 kasus dengan 36 tersangka.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Tahun ini sebanyak 14 tersangka masih berusia di bawah umur," ujarnya, Selasa (14/3/2023).

Alumni Akpol 2013 ini menyebut rasa fanatisme berlebihan menjadi pemicu kasus penganiayaan ini. Mereka mengganggap perguruan silat lain sebagai musuh. Penggunaan atribut kelompok perguruan silat juga menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu penggunaan media sosial yang tidak bertangung jawab semakin memperkeruh kondisi tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Saling ejek antar perguruan silat di media sosial bisa menjadi pemicu juga," tuturnya.

Polisi sendiri sudah sering melakukan pendekatan kepada tiap kelompok perguruan silat. Beberapa pertemuan yang melibatkan sesepuh dan tokoh perguruan silat juga kerap digelar. Namun hal tersebut belum dapat meminimalisir gesekan di tingkat bawah. Polisi juga berjanji akan menindak tegas pelaku penganiayaan tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

"Mereka yang berusia di bawah umur tetap kita proses hukum, kita tindak tegas segala bentuk penganiayaan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.