Minggu, 07 Jun 2026 14:14 WIB

Cerita Dibalik Teror SMS Keluarga Juragan Sapi

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 10 Mar 2018 19:41 WIB
Yulianti menunjukkan pesan singkat yang berisi ancaman pembunuhan kepadanya.
Yulianti menunjukkan pesan singkat yang berisi ancaman pembunuhan kepadanya.

jatimnow.com - Yulianti, anak juragan sapi ternak yang keluarganya nyaris terbunuh karena mengkonsumsi air tandon dicampur pestisida, menceritakan kejadian yang dialami sebelumnya.

"Ada pesan SMS yang saya terima sebelum kejadian (tandon air dicampuri cairan pestisida). Isi SMS itu mengancam membunuh saya," kata Yulianti kepada jatimnow.com di kediamannya di Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Sabtu (10/3/2018).

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Anak dari keluarga juaragan sapi ternak Sunarto dan Sumiati ini mengatakan, SMS (pesan singkat) itu dari seorang pria. Pria tersebut pernah bekerja membantu ayahnya mencari rumput pakan ternak bagi 8 ekor sapi. SMS itu diterimanya pada Kamis (8/3/2018) lalu.

"Awalnya dia SMS terus. Tapi saya juga sibuk dengan anak saya. Jadi nggak saya respon," ujarnya.

Sambil menyuapi makan anaknya, Yulianti menceritakan bahwa, hampir setiap hampir setiap jam, pria tersebut berkirim SMS.

Wanita yang pernah bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Korea Seletan ini menerangkan, karena dirinya tak merespon SMS dari S, sehingga S mengirimkan pesan yang kalimatnya mengancam akan membunuhnya.

"Saya nggak merespon. Terus lama-lama, dia SMS-nya gitu (mengancam)," ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Yulianti tak merespon pesan dari S, karena dirinya sudah berkeluarga dan memiliki anak serta suami. Saat ini, suaminya yang asal Ponorogo, sedang bekerja di luar negeri.

"Saya sudah menikah, punya anak dan suami. Usia dia sama saya juga terpaut jauh. Saya akhirnya nggak merespon SMS-nya," jelasnya.

Baca juga: Juragan Sapi Nyaris Terbunuh Air Campur Pestisida

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Sebelumnya, Sumiati-ibu dari Yulianti ini hendak mengambil air wudhu untuk salat sabuh, pada Jumat (9/3/2018). Ternyata, air dari tandon air ukuran 250 liter itu, kondisinya keruh dan muncul bau menyengat.

Sumiati batal wudhu dan melaporkan kejadian itu ke suaminya, Sunarto. Setelah dicek, air kerus dari tandon trsebut diperkirakan telah dicampuri pestisida. Kejadian tersebut dilaporkan ke perangkat desa dan Polsek Gandusari.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.