Rabu, 22 Jul 2026 22:12 WIB

Cerita Dibalik Teror SMS Keluarga Juragan Sapi

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 10 Mar 2018 19:41 WIB
Yulianti menunjukkan pesan singkat yang berisi ancaman pembunuhan kepadanya.
Yulianti menunjukkan pesan singkat yang berisi ancaman pembunuhan kepadanya.

jatimnow.com - Yulianti, anak juragan sapi ternak yang keluarganya nyaris terbunuh karena mengkonsumsi air tandon dicampur pestisida, menceritakan kejadian yang dialami sebelumnya.

"Ada pesan SMS yang saya terima sebelum kejadian (tandon air dicampuri cairan pestisida). Isi SMS itu mengancam membunuh saya," kata Yulianti kepada jatimnow.com di kediamannya di Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Sabtu (10/3/2018).

Baca Juga: Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Anak dari keluarga juaragan sapi ternak Sunarto dan Sumiati ini mengatakan, SMS (pesan singkat) itu dari seorang pria. Pria tersebut pernah bekerja membantu ayahnya mencari rumput pakan ternak bagi 8 ekor sapi. SMS itu diterimanya pada Kamis (8/3/2018) lalu.

"Awalnya dia SMS terus. Tapi saya juga sibuk dengan anak saya. Jadi nggak saya respon," ujarnya.

Sambil menyuapi makan anaknya, Yulianti menceritakan bahwa, hampir setiap hampir setiap jam, pria tersebut berkirim SMS.

Wanita yang pernah bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Korea Seletan ini menerangkan, karena dirinya tak merespon SMS dari S, sehingga S mengirimkan pesan yang kalimatnya mengancam akan membunuhnya.

"Saya nggak merespon. Terus lama-lama, dia SMS-nya gitu (mengancam)," ujarnya.

Baca Juga: 4 Fakta Penemuan Bom Udara di Blitar: Berbobot 100 Kg, Dipastikan Masih Aktif

Yulianti tak merespon pesan dari S, karena dirinya sudah berkeluarga dan memiliki anak serta suami. Saat ini, suaminya yang asal Ponorogo, sedang bekerja di luar negeri.

"Saya sudah menikah, punya anak dan suami. Usia dia sama saya juga terpaut jauh. Saya akhirnya nggak merespon SMS-nya," jelasnya.

Baca juga: Juragan Sapi Nyaris Terbunuh Air Campur Pestisida

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Sebelumnya, Sumiati-ibu dari Yulianti ini hendak mengambil air wudhu untuk salat sabuh, pada Jumat (9/3/2018). Ternyata, air dari tandon air ukuran 250 liter itu, kondisinya keruh dan muncul bau menyengat.

Sumiati batal wudhu dan melaporkan kejadian itu ke suaminya, Sunarto. Setelah dicek, air kerus dari tandon trsebut diperkirakan telah dicampuri pestisida. Kejadian tersebut dilaporkan ke perangkat desa dan Polsek Gandusari.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.