Minggu, 07 Jun 2026 18:23 WIB

'Ratu Sampah' ini Lulus dengan Predikat Terbaik

  • Penulis :
  • | Selasa, 14 Agu 2018 09:20 WIB
Amilia Agustin saat menjelaskan tentang sampah/Foto: dok. Humas Astra International
Amilia Agustin saat menjelaskan tentang sampah/Foto: dok. Humas Astra International

jatimnow.com - Gemar bermain dan menenggelamkan kaki-kakinya ke dalam lautan sampah yang menggunung, itulah kegiatan sehari-hari remaja perempuan asal Bandung ini, delapan tahun lalu.

Masih berseragam putih-biru dan berwajah lugu. Usianya 14 tahun, tapi sudah dijuluki Ratu Sampah, dialah Amilia Agustin.

Baca Juga: Modal Usaha ACC Danaku Dongkrak Omzet Kuliner di Surabaya

Kini, Amilia telah berubah menjadi wanita muda yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Udayana di Denpasar, Bali, sekaligus meraih predikat lulusan terbaik atau cumclaude dengan indeks prestasi kumulatif 3,9 saat diwisuda beberapa saat lalu.

Ami yang periang ini sejak kecil percaya bahwa sebuah negara dapat maju karena sistem pendidikannya yang baik. “Pendidikan yang baik harapannya membentuk sumber daya manusia yang baik juga,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai cita-cita, Ami dengan mantap menjawab masih ingin menjadi presiden. Jawaban yang sama ketika ditanya pada sebuah talkshow populer disalah satu TV nasional enam tahun lalu.

Lalu apakah untuk mendapatkan predikat cum laude ini Ami hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang dalam kesehariannya?

Ami mengaku masih melanjutkan kegiatannya membangun komunitas yang bergerak di bidang lingkungan bersama badan eksekutif mahasiswa tingkat universitas, serta berbagai kegiatan positif lainnya yang langsung melibatkan masyarakat. Dia juga rajin membaca jurnal, menjadi asisten dosen di sejumlah mata kuliah.

Salah satu motivasi terbesar Ami untuk terus berkontribusi untuk lingkungan adalah ucapan ibunya. “Gunakanlah masa mudamu untuk melakukan hal yang tidak bisa kamu lakukan di masa tuamu,” tutur Ami saat bercerita tentang masa kecilnya.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar ia tuangkan ke dalam tugas akhir kuliahnya. Ami meneliti tentang pekerja anak, karena menurutnya tidak seharusnya anak-anak bekerja untuk mendapatkan uang daripada sekolah.

“Dari data yang Ami dapat, salah satu wilayah tertinggi jumlah pekerja anaknya ialah Nusa Tenggara Barat. Mulai dari bertani, pekerja seni sampai pekerja seks di bawah umur ada di sana,” ujar Ami.

Memang sudah wataknya Ami suka dengan tantangan, metode penelitian Ami pun menggunakan metode yang baru pertama kali dipakai di universitasnya.

Setelah revisi akhir, Ami mendaftarkan skripsinya ke sebuah portal jurnal internasional, Scopus.com. “Alhamdulillah sudah diterima dan semoga bisa terbit akhir tahun ini,” tambah Ami.

Baca Juga: Mau Mudik Pakai Mobil Baru? Intip Promo DAIFIT dari Astra Daihatsu

Sejak tahun 2010, Ami meraih apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards pada bidang lingkungan dari PT Astra International Tbk. Sampai sekarang Ami terus menunjukkan keuletannya dalam tiap aktivitas yang ia geluti.

Semangat Ami untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Semoga Ami dapat terus menginspirasi anak-anak muda Indonesia lainnya dan siapa tahu akan muncul raja-ratu sampah berikutnya.

Sumber: Humas Astra International
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.