Sabtu, 06 Jun 2026 12:45 WIB

Kisah Supriadi, Pemain Timnas U-16 dan Sepatu Seharga Rp 30 Ribu

Ayahanda Supri menunjukkan sepatu seharga Rp 30 ribu
Ayahanda Supri menunjukkan sepatu seharga Rp 30 ribu

jatimnow.com - Mochamad Supriadi, pemain gelandang Tim Nasional (Timnas) Indonesia kini telah menjadi bintang, setelah berhasil memenangkan laga final Piala AFF U-16 bersama timnya di Gelora Delta Sidoarjo melawan Timnas Thailand pada Sabtu (11/8/2018).

Perjuangaan yang keras berbuah manis, mulai dari dilarang bermain bola oleh orang tuanya dan hanya dibelikan sepatu seharga Rp 30 ribu. Bahkan nekat merantau ke Jakarta dan berhasil direkrut menjadi pemain Timnas U-16, hingga akhirnya sukses meraih Piala AFF U-16 menjadi bukti bahwa perjuangannya selama ini tidak sia-sia.

Usai menjuarai Piala AFF U-16, Supriadi menyempatkan diri untuk pulang ke kedua orang tuanya yang berada di Jalan Kedung Asem, Surabaya. Anak dari seorang penjual es teh ini hanya pulang untuk sebentar karena harus kembali bergabung lagi dengan tim Garuda Mud untuk ke Jakarta.

Kedatangan Supri di sambut para tetangga dengan gembira. Kisah pemain Timnas U-16, Mochamad Supriadi bisa menjadi inspirasi pemain bola lainnya. Betapa tidak, anak Kedung Asem Surabaya ini sukses meraih gelar Piala AFF bersama teman-temannya di Timnas U-16.

Salah satu tetangga Supri mengatakan sangat bangga atas prestasi yang berhasil di diraih olehnya. Ia mampu menbahagiakan nama orang tuanya sekaligus mengharumkan nama bangsa.

"Saya sebagai tetangga cukup bangga juga atas hasil yang diperoleh Supri. Kita sambut dengan senang kedatangannya tadi, apalagi anak Surabaya ini yang bermain," ujar tetangga Supri yang tak mau disebut namanya.

Dibalik kesuksesannya, banyak rintangan yang harus di lalui oleh Supriadi. Bersama sekolah sepak bola Rungkut FC, anak pasangan Kalsum (58) dan Denan (60) ini dulu sempat dilarang bermain bola oleh bapaknya.

Denan mengatakan pelarangan ini, semata-mata karena ia tak punya biaya untuk menuruti keinginan Supri menjadi pemain sepak bola.

"Saya hanya bekerja sebagai tukang bangunan dan ibu hanya menjual es. Tapi ibu berusaha akhirnya bisa membelikan Supri sepatu seharga Rp 30 ribu untuk sekedar bermain bola. Uang itu hasil tabungan Supriadi, setiap hari Rp 2 ribu," ujar Denan kepada jatimnow.com, Senin (13/8/2018).

Denan juga mengatakan, yang diinginkan supri adalah sepatu seharga Rp 300 ribu seperti teman-teman lainnya. Meski demikian dirinya tak minder untuk bermain bola, bahkan menjadikan ini sebagai tantangan.

"Ini sepatu Rp 30 ribu, jangan dilihat dari harga sepatunya tetapi yang penting mainnya harus bagus. Setiap kali rusak tinggal menjahitkan," kata Denan.

Denan menceritakaan dengan sepatu seharga Rp 30 ribu ini Supri bersama Rungkut FC bermain dengan cemerlang dan berhasil meraih beberapa trophy kejuaraan. Namun saat mengadu nasib di Jakarta Supri mengalami pengalaman yang cukup pahit.

"Saat Supri pergi ke Jakrta untuk mengadu nasib, sayangnya ia tertipu oleh orang yang mengaku pemandu bakat. Akhirnya Supri menjual bajunya untuk bertahan hidup disana. Ibu sering menangis kalau mengingat hal itu," tutur Denan.

Hingga akhirnya Supri bertemu dan bergabung dengan SSB Bina Taruna. Di sinilah ia mulai mengiluti seleksi Timas dan akhirnya direkrut pelatih Fachry Husaini. Pemain gelandang tengah yang lahir pada 23 Mei 2002 ini, berhasil mencetak gol kala Indonesia menghadapi Vietnam. Dan berhasil meraih Piala AFF U-16.

Supri dan sepatu bututnya layak menjadi inspirasi anak-anak di Indonesia khususnya di Surabaya agar tetap semangat memperjuangkan cita-cita apapun kondisinya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

 

Baca Juga: Super Copa 100 Tahun PMDG Hadirkan Bintang Timnas, Jadi Pembelajaran Santri

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.