Minggu, 14 Jun 2026 04:18 WIB

Produsen Uang Palsu di Jolotundo Surabaya Digerebek, 2 Orang Diamankan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 28 Feb 2023 11:07 WIB
Dua orang pengedar upal saat diamankan bersama barang bukti. (Foto: Polres pelabuhan tanjung perak).
Dua orang pengedar upal saat diamankan bersama barang bukti. (Foto: Polres pelabuhan tanjung perak).

jatimnow.com - Sebuah rumah produksi uang palsu (upal) di Jalan Jolotundo Baru, Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya digerebek Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dua pelaku yang terlibat diamankan.

Mereka yakni J (46), warga Jalan Pacar Keling dan RN (49) warga Jalan Gembili, Surabaya. Dari tangan keduanya, tim menyita 88 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu dengan total Rp4,4 juta.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Benar, kami telah amankan dua orang pelaku produsen sekaligus pengedar upal. Saat kami gerebek, mereka sedang mempersiapkan upal yang dipesan oleh konsumennya," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Arief Ryzki Wicaksana saat dikonfirmasi, Selasa (28/2/2023).

Arief menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan peredaran upal di kawasan tersebut. Setelah diselidiki, tim mendapati keberadaan rumah yang menjadi produksi upal itu.

"Awalnya ada laporan masuk bahwa ada peredaran upal yang sampai tersebar ke pedagang-pedagang. Diri situ langsung kami lakukan penyelidikan, dan dapat kami identifikasi rumah produksinya," jelasnya.

Dalam pemeriksaan, kedua pelaku dalam aksinya berbagi tugas. J membuat uang palsu dengan bermodalkan skill editing dan peralatan yang ia punya. Sedangkan RN bertugas untuk menjual dan mengantarkan uang palsu kepada konsumen.

"Pengakuannya sudah beberapa bulan ini mengedarkan. Katanya baru membuat atau produksi kalau ada yang pesan. Terakhir, mereka ini buat upal Rp2,5 juta. Kalau ditukar dengan uang asli, itu Rp700 ribu," sebut Arief.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Saat ini, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak tengah mengembangkan kasus tersebut. Mendalami darimana kedua pelaku ini mendapatkan alat pencetak upal itu, juga memburu kemungkinan jaringan di atasnya.

"Pengembangan dan pendalaman tentu masih akan terus kami lakukan. Dan kami imbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati terhadap peredaran uang palsu. Dicek dulu, diteliti. Jangan sampai menjadi korban," tandas alumni Akpol 2013 tersebut.

Sementara dari kasus ini, penyidik menyita barang bukti diantaranya alat untuk memproduksi uang palsu seperti 1 bendel kertas khusus, 1 set alat cetak, 1 laptop, 1 bendel uang palsu yang belum dipotong, 1 botol tinta medium, 1 kaleng tinta putih, dan 1 set alat sablon.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Penyidik menjerat kedua pelaku dengan pasal 36 dan atau pasal 37 Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang pembuatan rupiah palsu atau tentang mata uang, yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.