Rabu, 22 Jul 2026 11:48 WIB

Ketum PBNU: Dulu PAN Dianggap Muhammadiyah, Sekarang Lebih Terbuka

Sambutan Ketum PBNU Gus Yahya dalam Simposium 1 Abad NU yang digelar PAN di Hotel Sheraton, Surabaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Sambutan Ketum PBNU Gus Yahya dalam Simposium 1 Abad NU yang digelar PAN di Hotel Sheraton, Surabaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar Simposium Nasional 1 Abad Nahdlatul Ulama di Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu (18/2/2023).

Salah satu pembicaranya adalah Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Dalam sambutannya, Gus Yahya mengatakan simposium digelar agar NU mau memilih PAN.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"PAN berhasil mentransformasikan diri sebagai partai yang lebih rasional. Dulu PAN kan dianggap partainya orang Muhammadiyah, tapi sekarang PAN lebih terbuka. Nggak ada di PAN itu drama pencurian partai, kan nggak ada itu. Tapi saya kan nggak boleh kampanye untuk mencoblos PAN, karena memang saya bukan kader PAN," kata Gus Yahya, dalam sambutannya.

"Saya sebagai Ketua Umum PBNU mengatakan bahwa orang NU tidak haram mencoblos PAN. Tapi, PAN tetap sebagai Partai Amanat Nasional, bukan menjadi Partai Akan NU," imbuhnya disambut riuh tepuk tangan ribuan kader PAN yang hadir.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Dalam kesempatan tersebut Gus Yahya juga menegaskan bahwa NU dan Muhammadiyah bisa rukun di Indonesia karena memiliki persaudaraan sebangsa. Berbeda di negara lain, antara Sunni-Syiah dan Wahabi-Non Wahabi yang tidak pernah rukun, padahal sesama Islam.

"NU ngotot secara tegas menolak politik identitas. Kita tidak mau masuk kompetisi politik yang hanya melulu membela identitas-identitas. Ini karena mengarah argumen yang irasional," kata Gus Yahya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Selain itu, Gus Yahya juga berterima kasih kepada Muhammadiyah yang telah membantu dalam Resepsi Puncak Harlah Satu Abad NU.

"Jangankan Muhammadiyah yang sama-sama Islam, yang agama lain saja mau membantu, luar biasa mengharukan. Muhammadiyah menyediakan bakso yang lebih banyak dibandingkan bakso di Muktamar Muhammadiyah sendiri," tandas Gus Yahya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.