Rabu, 10 Jun 2026 07:38 WIB

Pupuk Subsidi Terbatas, Ini Penjelasan Kadis Pertanian Gresik

Seorang petani di Gresik saat menebar pupuk (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Seorang petani di Gresik saat menebar pupuk (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Terbatasnya pupuk bersubsidi menjadi salah satu kendala bagi petani di Kabupaten Gresik. Selain keterbatasan stok, distribusi pupuk bersubsidi kini memiliki regulasi melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 yang diberlakukan per 1 Juli 2022.

Dalam peraturan tersebut telah diatur tata cara penyaluran pupuk bersubsidi mulai dari alokasi, jenis pupuk, petani penerima, maupun komoditas yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Karena itu Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, berharap agar semua pihak dapat memahamimya.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Ada regulasi yang harus dipahami bersama dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Produsen pupuk hanya menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi. Sementara untuk alokasi yang menentukan adalah pemerintah," kata Eko Anindito, Jumat (17/2/2023).

Eko menjelaskan, Permentan Nomor 10 Tahun 2022, pemerintah memfokuskan skema pupuk bersubsidi hanya pada dua jenis saja, yaitu Urea dan NPK. Selain itu juga membatasi pupuk bersubsidi hanya untuk sembilan komoditas, antara lain padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai merah, tebu, kopi dan kakao.

"Sementara di Gresik hanya ada delapan komoditas yang mendapatkan pupuk bersubsidi, karena di sini tidak ada kakao. Kita tahu di sini juga banyak kacang hijau tapi sekarang sudah tidak lagi mendapatkan jatah pupuk bersubsidi," ucapnya.

Terkait dengan ini dirinya berharap petani segera memaksimalkan penyerapan pupuk bersubsidi saat musim tanam. Hal ini karena sebagian besar tanaman di wilayah Kabupaten Gresik adalah tadah hujan.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

"Begitu musim hujan turun cepat-cepat melakukan penanaman. Sebaliknya, kalau musim hujan mundur tidak ada yang menyerap pupuk bersubsidi. Hal-hal demikian yang harus dipahami oleh petani Gresik dan perlu ada penyesuaian yang komprehensif," imbuhnya.

Eko menjelaskan, adapun petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), menggarap lahan maksimal dua hektare.

"Petani tambak saat ini bukan termasuk petani yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi," tandasnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Selain keterbatasan itu, Eko pun mengakui jika alokasi pupuk bersubsidi di Gresik saat ini juga belum mampu mencukupi semua kebutuhan petani. Hal inilah yang kemudian menimbulkan keluhan kelangkaan pupuk dari para petani.

Ada gap antara kebutuhan petani dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah. Rinciannya, kebutuhan Urea petani yang tercatat dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) tahun 2022 sebesar 28.724 ton, sementara kebutuhan NPK sebanyak 29.341 ton. Sedangkan, e-Alokasi Urea di Gresik tahun 2023 sekitar 26.083 ton. Berikutnya e-Alokasi NPK di Gresik tahun 2023 sebanyak 13.378 ton.

"Alokasi Urea hanya mampu memenuhi 91 persen dari kebutuhan petani di Gresik. Begitu juga dengan NPK, alokasi ini hanya mampu memenuhi 46 persen kebutuhan petani Gresik. Saya berharap semua pihak memahami keterbatasan ini," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.