Kamis, 23 Jul 2026 09:11 WIB

Tahun Politik, Jangan Terperangkap Hoaks!

  • Penulis :
  • | Kamis, 09 Agu 2018 12:38 WIB

jatimnow.com - Suksesi kepemimpinan negeri ini pada tahun 2019 diperkirakan dibayangi informasi hoaks atau informasi bohong di media sosial (medsos) yang begitu luar biasa.

Hal itu disampaikan Koordinator wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Bali dan Nusa, Yatimul Ainun, Kamis (9/8/2018), usai mengisi acara melek digital di Bali.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Ia mengingatkan kepada politisi, partai politik dan para tim sukses calon presiden dan wakil presiden, harus mengutamakan informasi yang mendidik, jangan malah menjadi pelopor penyebar hoaks, menyebar fitnah apalagi isu SARA pada tahun politik ini.

"Ayo, selamatkan Indonesia dari banjir, bencana atau tsunami informasi hoaks. Dalam hati dan pikiran kita harus dipasang hashtag yang positif atau #2019GantiHoaks," harap Ainun dalam keterangan tertulisnya.

Media massa atau mainstream, kata Ainun, juga dituntut untuk ekstra waspada dengan melakukan proses jurnalistik yang ketat agar tidak menjadi terperangkap  informasi hoaks.

"Bahkan, ada juga media mainstream yang terkecoh dengan informasi hoaks dan memberitakan hal itu," katanya.

Secara ilmiah atau ilmu jurnalisme, jelas Ainun, yang dinamakan berita itu adalah fakta, dan bukan opini apalagi fitnah. Yang hoaks itu adalah informasi.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Berita adalah fakta. Jika ada berita hoaks, jelas itu tak bisa dikatakan berita. Tapi informasi hoaks. Ini yang salah dipahami oleh publik. Salah menyebutkan," tegasnya.

Ia mengajak kepada semua media mainstream, untuk kompak memerangi informasi hoaks. Di era digital yang dahsyat ini, media mainstream harus solid dan satu komitmen untuk memerangi dan memberantas informasi hoaks.

Salah satu upaya untuk memerangi informasi hoaks, tambahnya, adalah harus memperbanyak share atau menyebarkan berita positif, kreatif dan inspiratif.

"Jika menerima informasi apapun, harus dicek dulu kebenarannya. Dicek dari mana informasi itu muncul dan apa media yang menyebarkan. Jika bukan media mainstream, bisa diragukan informasi itu kebenarannya," bebernya.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Pada Pilpres dan Pileg 2019 ini, kata dia, menjadi momentum untuk terus mengkampanyekan informasi yang betul-betul fakta, inspiratif, kreatif dan edukatif.

"Media mainstream tidak boleh hanya mementingkan rating semata. Pembaca jangan disuguhi dengan informasi hoaks. Publik juga mulai sadar diri untuk tidak sebarkan informasi hoaks," terangnya.

Kewajiban memerangi informasi hoaks itu tidak hanya dilakukan oleh media mainstream, kepolisian atau TNI dan lembaga pemerintah lainnya. Tapi, masyarakat.

"Terutama generasi milenial harus bersama-sama perangi informasi hoaks, demi keselamatan bangsa ini," katanya.

Penulis/Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.