Sabtu, 06 Jun 2026 21:27 WIB

3 Makam Tabib Majapahit di Jombang: Pengunjung Disambut "Pasukan Berkuda"

Tiga makam kuno yang ada di Dusun Miagan, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Tiga makam kuno yang ada di Dusun Miagan, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Keberadaan tiga makam kuno di area sekitar makam Dusun Miagan, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, menyimpan kisah mistis yang masih berkembang di masyarakat sekitar.

Baca Juga: Tujuh Tokoh Nasional Terima Gelar Kehormatan "Ki" dari Padepokan Kosgoro 57

Warga dan tokoh masyarakat setempat meyakini tiga makam kuno yang ukurannya panjang tersebut, merupakan makam para tabib yang dulunya mengobati para tentara Majapahit yang terluka saat perang.

Kepala Desa Miagan, Antok Budi Subagyo menjelaskan makam kuno itu merupakan makam yang paling panjang dan yang paling tinggi. Makam tersebut adalah makam kuno, yang ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Berdasarkan hasil informasi yang ia terima, baik dari ahli sejarah, maupun ahli spiritual, makam tersebut ada kaitannya dengan kerajaan Majapahit. Namun makam kuno tersebut sudah dipugar oleh pemerintah desa, sejak tahun 2019 silam.

"Setelah dilakukan pemugaran banyak orang yang tawasul ke sini. Dari beberapa versi mengatakan kalau makam ini ada sejarah dengan Majapahit," ungkapnya, Kamis (2/2/2023)

Ia menyebut ada tiga makam kuno, yakni makam Mbah To Wiryo, Mbah To Guno dan Mbah To Pati. Dan menurut sejarah ketiga orang ini merupakan resi dari Majapahit.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Dan menurut sejarah dari ahli spiritual mengatakan bahwa saat perang Majapahit terjadi, itu banyak prajurit yang terluka dan di sini tempatnya tabib dan pengobatannya di sini, dan ini ada hubungannya sama yang diekskavasi," paparnya.

Ia meyakini hal tersebut, lantaran dari hasil penelusuran melalui beberapa narasumber, cerita dan versinya sama. Yakni makam kuno itu tempat pengobatan tabib di era Majapahit.

"Versinya itu sama. Jadi tidak ada perbedaan versi. Keberadaan makam ini sudah lama, sudah ada 4 generasi," katanya.

Ia mengaku di sekitar makam ini, sering dilakukan istighosah setiap hari dan pasaran tertentu.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Setiap Jumat pahing itu diadakan tahlil bersama, atau istighosah," ujarnya.

Saat ditanya apakah warga sering melihat sosok penunggu makam atau makhluk halus. Ia menjelaskan, para pengunjung yang berasal dari Gresik, Surabaya, dan Jombang sendiri sering melihat penampakan prajurit Majapahit.

"Kalau cerita mistis banyak ya. Orang yang berkunjung ke sini, dan orangnya paham. Seakan-akan itu ada penyambutan dari prajurit Majapahit. Seakan-akan pasukan berkuda itu ada semua dan menyambut kedatangan setiap orang yang berkunjung ke makam," jelasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.