3 Makam Tabib Majapahit di Jombang: Pengunjung Disambut "Pasukan Berkuda"
- Penulis : Elok Aprianto
- | Kamis, 02 Feb 2023 09:48 WIB
jatimnow.com - Keberadaan tiga makam kuno di area sekitar makam Dusun Miagan, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, menyimpan kisah mistis yang masih berkembang di masyarakat sekitar.
Baca Juga: Tujuh Tokoh Nasional Terima Gelar Kehormatan "Ki" dari Padepokan Kosgoro 57
Warga dan tokoh masyarakat setempat meyakini tiga makam kuno yang ukurannya panjang tersebut, merupakan makam para tabib yang dulunya mengobati para tentara Majapahit yang terluka saat perang.
Kepala Desa Miagan, Antok Budi Subagyo menjelaskan makam kuno itu merupakan makam yang paling panjang dan yang paling tinggi. Makam tersebut adalah makam kuno, yang ada sejak ratusan tahun yang lalu.
Berdasarkan hasil informasi yang ia terima, baik dari ahli sejarah, maupun ahli spiritual, makam tersebut ada kaitannya dengan kerajaan Majapahit. Namun makam kuno tersebut sudah dipugar oleh pemerintah desa, sejak tahun 2019 silam.
"Setelah dilakukan pemugaran banyak orang yang tawasul ke sini. Dari beberapa versi mengatakan kalau makam ini ada sejarah dengan Majapahit," ungkapnya, Kamis (2/2/2023)
Ia menyebut ada tiga makam kuno, yakni makam Mbah To Wiryo, Mbah To Guno dan Mbah To Pati. Dan menurut sejarah ketiga orang ini merupakan resi dari Majapahit.
Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir
"Dan menurut sejarah dari ahli spiritual mengatakan bahwa saat perang Majapahit terjadi, itu banyak prajurit yang terluka dan di sini tempatnya tabib dan pengobatannya di sini, dan ini ada hubungannya sama yang diekskavasi," paparnya.
Ia meyakini hal tersebut, lantaran dari hasil penelusuran melalui beberapa narasumber, cerita dan versinya sama. Yakni makam kuno itu tempat pengobatan tabib di era Majapahit.
"Versinya itu sama. Jadi tidak ada perbedaan versi. Keberadaan makam ini sudah lama, sudah ada 4 generasi," katanya.
Ia mengaku di sekitar makam ini, sering dilakukan istighosah setiap hari dan pasaran tertentu.
Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang
"Setiap Jumat pahing itu diadakan tahlil bersama, atau istighosah," ujarnya.
Saat ditanya apakah warga sering melihat sosok penunggu makam atau makhluk halus. Ia menjelaskan, para pengunjung yang berasal dari Gresik, Surabaya, dan Jombang sendiri sering melihat penampakan prajurit Majapahit.
"Kalau cerita mistis banyak ya. Orang yang berkunjung ke sini, dan orangnya paham. Seakan-akan itu ada penyambutan dari prajurit Majapahit. Seakan-akan pasukan berkuda itu ada semua dan menyambut kedatangan setiap orang yang berkunjung ke makam," jelasnya.
Editor : Zaki Zubaidi