Sabtu, 06 Jun 2026 22:27 WIB

Kisah ‘Maling Gorengan’ Bangun Panti Asuhan

  • Penulis :
  • | Kamis, 09 Agu 2018 10:25 WIB
Panti Asuhan Bonek/Foto: Istimewa
Panti Asuhan Bonek/Foto: Istimewa

jatimnow.com - Kabar ini pasti tidak seksi. Khususnya bagi mereka yang kerap nyinyir dan negative thingking sama bonek selama ini. Tidak nyata. Ini pasti mimpi. Bonek kok bangun panti.

Padahal, persepsi kuat dibenak, pikiran dan tindakan mereka selama ini, meyakini sebaliknya. Bonek tukang rusuh, maling gorengan, supporter sandal jepit dan sederet cibiran miring lainnya.

Baca Juga: Tavares Puji Loyalitas Rivera, Yakin Jadi Kunci Persebaya Surabaya Musim Depan

Biarkan saja. Semakin kuat penolakan dan argumen dilakukan, sejatinya, kaum nyinyir itu tengah menyiksa diri sendiri. Susah menerima kenyataan. Gak senang lihat bonek senang. Gak bisa move on. Yo wes ben. Jarkan saja mereka kejang-kejang, pokok’e gak sampai sakit jiwa. He he he

Kita semua, pendukung Persebaya pantaslah menyampaikan salut dan hormat sehormat-hormatnya pada teman-teman Bonek SKJ 27. Cak Edi, Cak Didik, Cak Muarrif, Cak Agus dan semua yang menggawangi Bonek Sukodono-Jemundo (SKJ) 27, pantas diberi acungan jempol.

Tak hanya dua, bila memungkinkan, lima sekaligus. Mereka telah menorehkan sejarah baru dalam dunia persuporteran di Indonesia. Bahkan mungkin, di dunia. Membangun panti asuhan yatim.

Gagasan pendirian panti asuhan ini datang dari mereka. Awalnya, Bonek SKJ 27 dan komunitas-komunitas lain di sekitar, rutin melaksanakan aksi sosial , Sobo Panti.

Berkunjung dan menyantuni anak-anak yatim dari satu panti asuhan ke panti asuhan lain. Tak hanya di Surabaya –Sidoarjo dan sekitarnya, kala away days, dukung Persebaya, mereka selalu menyempatkan berkunjung ke panti asuhan di kota tersebut, sebelum dukung Persebaya di stadion.

Yang begini ini, sudah 19 kali dilakukan. Tanpa ingar bingar publikasi dan pemberitaan.

Nah, di tengah jalan terbersit gagasan; kenapa tak membuat panti asuhan bonek? Gagasan ini makin menemukan bentuk, saat Cak Edi Hadi Susanto, selaku Pembina Bonek SKJ 27 menyerahkan lahan 8 x 17 meter di Cemengkalan Sidoarjo untuk dibangun Panti Asuhan.

Baca Juga: Match For Goodness, Cara Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bantu UMKM Lokal

Lahan milik keluarga ini diikhlaskan demi tujuan mulia tersebut. Di atas lahan, nantinya akan didirikan bangunan dua lantai untuk tempat tinggal para yatim. Biaya ditaksir sebesar Rp 600 juta.

Dan, secara resmi Presiden Persebaya, Azrul Ananda meletakkan batu pertama, tanda dimulainya pembangunan pada Rabu, 8 Agustus 2018. Awal baik di tanggal yang cantik.

Membangun panti asuhan ini, bisa dikata ‘nyleneh’. Sesuatu yang sama sekali di luar jalur dari ‘Tupoksi’ supporter bola selama ini. Bonek memang berbeda. Banyak fakta yang mengemuka bahwa bonek ini tak sebatas pendukung sepakbola. Aksi yang dilakukan, sudah melewati batasan definisi wadah pendukung klub sepakbola.

Malah, meminjam istilah Max Webber, Bonek telah menjalankan fungsi sebagai Agent Of Change. Agen perubahan. Lihatlah, apa yang dilakukan bonek dalam kurun lima tahun lampau, saat Persebaya didera dualisme.

Loyalitas tetap diberikan tanpa batas. Mereka rela menepi dari tribun demi klub kebanggaan. Meyakini kebenarannya dan memperjuangkan selamanya.

Semua tahu, bagaimana kisah heroik akan arti loyalitas tersebut, menginspirasi dan mengubah jalan hidup banyak orang. Termasuk di anggota bonek sendiri. Mereka berubah, berevolusi menjadi yang lebih baik.

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

Tentu saja, kisah baik ini tak boleh berhenti sini. Tugas kita semua untuk terus mengabarkan kebaikan ini. Sekaligus terus berikhtiar, memberi pengingat, bagi kawan kawan kita yang masih ‘dilembah hitam’ dalam mendukung klub kebanggaan. Tak lupa, senantiasa menyelipkan doa agar panti asuhan ini bisa segera berdiri dan menjadi rumah indah bagi anak-anak yatim. WANI !!!

NB :
Dana yang terkumpul saat ini sudah mencapai Rp 50 juta. Panitia menerima sumbangan dari donatur yang tak bersifat mengikat. Hubungi Koordinator Bonek SKJ. Cak Didik 081233971192.

Penulis: Ram Surahman, Pembina Bonek Benjeng Bersatu.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.