Sabtu, 06 Jun 2026 11:53 WIB

Percaya Pohon Randu Dihuni Hantu? Itu Akal-akalan Belanda, Ini Faktanya

Pohon Randu dan Kantor Telegram (Foto: Dokumen dr. Sudi Harjanto)
Pohon Randu dan Kantor Telegram (Foto: Dokumen dr. Sudi Harjanto)

jatimnow.com - Banyak berkembang cerita masyarakat khususnya di Jawa Timur bahwa Pohon Randu atau Kapuk identik dengan rumahnya para hantu, seperti kuntilanak, pocong dan lainnya. Anda termasuk yang percaya? Baca ini agar dapat pencerahan.

Pohon Randu dikenal dengan nama latin Ceiba Pentandra. Mempunyai batang yang menjulang tinggi dari 10 sampai 30 meter dengan diamater rata-rata 1 hingga 3 meter.

Baca Juga: Iseng Edit Foto Pocong, Tiga Remaja di Jember Diamankan Polisi

Dengan perawakan pohon tinggi besar menjulang ke atas, dulu masyarakat selalu berpesan bila kita melewati pohon itu, harus banyak-banyak berdoa agar tidak diganggu kuntilanak atau pocong.

Bahkan, yang paling ekstrem beberapa masyarakat tidak berani sembarangan menebang Pohon Randu. Banyak dari mereka yakin, jika menebang pohon yang ada penghuninya (demit, kuntilanak, pocong) maka akan mendapat tuah atau bencana di kemudian hari.

Namun faktanya, pada zaman Hindia Belanda, Pohon Randu justru sangat sering digunakan sebagai pengganti tiang kabel telegram!

Ya, kalian tidak salah baca. Pohon Randu yang identik dengan sarang demit malah difungsikan sebagai tiang kabel telegram di masa itu.

Baca Juga: Heboh Hantu Gentayangan di Mall Surabaya, Cek Faktanya!

Salah seorang pegiat sejarah, dr. Sudi Harjanto menyebutkan bahwa sekitar tahun 1857 hingga 1888, pemerintah kolonial Belanda melakukan pembangunan jalur telegram dari Batavia hingga Surabaya.

"Untuk yang di Jawa, memang awalnya kabel telegram ini dicantolkan ke Pohon Randu. Yang ditanam di sepanjang jalur dekat dengan rel kereta api," ujar Sudi.

Lebih lanjut, kemungkinan bahwa Pohon Randu menjadi pengganti tiang kabel telegram saat itu adalah selain harga yang tergolorng murah, juga karena memiliki dahan yang kuat, kaku, tegak, tumbuhnya juga cepat.

Baca Juga: Membedah Mitos Pilbup Ponorogo, mulai Bupati 2 Periode hingga Etan - Kulon Kali

"Telegram saat itu dinilai penting karena kecepatan mengirim informasi dari yang semula menggunakan surat-menyurat, berubah menjadi berita yang berisi kombinasi kode yang ditransmisikan oleh alat yang disebut telegraf, dengan menggunakan kabel-kabel yang menghubungkan satu lokasi dengan lokasi yang lain. Dan saat itu informasi nyampainya cepat," paparnya.

Dokter yang juga Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno tersebut mengatakan bahwa kemungkinan besar isu terkait Pohon Randu dihuni banyak hantu memang sengaja dilempar di masyarakat Jawa saat itu yang masih mempercayai cerita rakyat atau folklor.

"Entah apa ada hubungan dengan keberadaan fungsi Pohon Randu sebagai pengganti kabel telegram yang kemudian muncul berbagai mitos berkait Pohon Randu, yang ada penunggunya lah, ada pedayangan, dan lain-lain. Barangkali supaya masyarakat yang masih klenik banget tidak mengganggu pohonnya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.