Selasa, 21 Jul 2026 23:36 WIB

Percaya Pohon Randu Dihuni Hantu? Itu Akal-akalan Belanda, Ini Faktanya

Pohon Randu dan Kantor Telegram (Foto: Dokumen dr. Sudi Harjanto)
Pohon Randu dan Kantor Telegram (Foto: Dokumen dr. Sudi Harjanto)

jatimnow.com - Banyak berkembang cerita masyarakat khususnya di Jawa Timur bahwa Pohon Randu atau Kapuk identik dengan rumahnya para hantu, seperti kuntilanak, pocong dan lainnya. Anda termasuk yang percaya? Baca ini agar dapat pencerahan.

Pohon Randu dikenal dengan nama latin Ceiba Pentandra. Mempunyai batang yang menjulang tinggi dari 10 sampai 30 meter dengan diamater rata-rata 1 hingga 3 meter.

Baca Juga: Iseng Edit Foto Pocong, Tiga Remaja di Jember Diamankan Polisi

Dengan perawakan pohon tinggi besar menjulang ke atas, dulu masyarakat selalu berpesan bila kita melewati pohon itu, harus banyak-banyak berdoa agar tidak diganggu kuntilanak atau pocong.

Bahkan, yang paling ekstrem beberapa masyarakat tidak berani sembarangan menebang Pohon Randu. Banyak dari mereka yakin, jika menebang pohon yang ada penghuninya (demit, kuntilanak, pocong) maka akan mendapat tuah atau bencana di kemudian hari.

Namun faktanya, pada zaman Hindia Belanda, Pohon Randu justru sangat sering digunakan sebagai pengganti tiang kabel telegram!

Ya, kalian tidak salah baca. Pohon Randu yang identik dengan sarang demit malah difungsikan sebagai tiang kabel telegram di masa itu.

Baca Juga: Heboh Hantu Gentayangan di Mall Surabaya, Cek Faktanya!

Salah seorang pegiat sejarah, dr. Sudi Harjanto menyebutkan bahwa sekitar tahun 1857 hingga 1888, pemerintah kolonial Belanda melakukan pembangunan jalur telegram dari Batavia hingga Surabaya.

"Untuk yang di Jawa, memang awalnya kabel telegram ini dicantolkan ke Pohon Randu. Yang ditanam di sepanjang jalur dekat dengan rel kereta api," ujar Sudi.

Lebih lanjut, kemungkinan bahwa Pohon Randu menjadi pengganti tiang kabel telegram saat itu adalah selain harga yang tergolorng murah, juga karena memiliki dahan yang kuat, kaku, tegak, tumbuhnya juga cepat.

Baca Juga: Membedah Mitos Pilbup Ponorogo, mulai Bupati 2 Periode hingga Etan - Kulon Kali

"Telegram saat itu dinilai penting karena kecepatan mengirim informasi dari yang semula menggunakan surat-menyurat, berubah menjadi berita yang berisi kombinasi kode yang ditransmisikan oleh alat yang disebut telegraf, dengan menggunakan kabel-kabel yang menghubungkan satu lokasi dengan lokasi yang lain. Dan saat itu informasi nyampainya cepat," paparnya.

Dokter yang juga Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno tersebut mengatakan bahwa kemungkinan besar isu terkait Pohon Randu dihuni banyak hantu memang sengaja dilempar di masyarakat Jawa saat itu yang masih mempercayai cerita rakyat atau folklor.

"Entah apa ada hubungan dengan keberadaan fungsi Pohon Randu sebagai pengganti kabel telegram yang kemudian muncul berbagai mitos berkait Pohon Randu, yang ada penunggunya lah, ada pedayangan, dan lain-lain. Barangkali supaya masyarakat yang masih klenik banget tidak mengganggu pohonnya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.