Rabu, 22 Jul 2026 17:47 WIB

Pabrik Pengolahan Limbah Berdiri di Lamongan

Salah satu spot di pabrik pengolahan limbah di Brondong, Lamongan (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Salah satu spot di pabrik pengolahan limbah di Brondong, Lamongan (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pencemaran lingkungan akibat aktivitas industrial kerap menjadi momok bagi masyarakat. Namun, persoalan itu perlahan dijawab oleh PT. Dowa Eco System Indonesia (DESI) yang berdiri di Lamongan.

PT. DESI beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Dirjen PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) RI, Rosa Vivien Ratnawati.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

Industri pengolahan limbah ini disebut bakal menjadi tulang punggung perbaikan iklim lingkungan, khususnya untuk limbah yang berasal dari pabrik di kawasan Jawa Timur, bahkan Indonesia Timur.

"Perusahaan yang menimbulkan limbah harus bisa mengolah limbah, kalau tidak bisa dikerjakan pihak ketiga. Misalnya PT. DESI tentunya yang sudah memenuhi izin," ungkap Rosa saat peresmian PT. DESI di Telogoretno, Brondong, Lamongan, Jumat (27/1/2023).

Rosi berharap, dengan beroperasinya PT. DESI dapat menuntaskan permasalahan limbah B3 dan non-B3 di Indonesia Timur. Juga bisa menciptakan gerakan sadar lingkungan bagi warga Lamongan.

"Menjaga komunikasi dengan warga sekitar. Membentuk gerakan menanam pohon atau pengelolaan limbah secara mikro di lingkup masyarakat," papar dia.

Dirjen PSLB3 KLHK RI, Rosa Vivien Ratnawati didampingi direksi dan pimpinan PT. DESI saat peresmianDirjen PSLB3 KLHK RI, Rosa Vivien Ratnawati didampingi direksi dan pimpinan PT. DESI saat peresmian

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

Manajer Operasional PT. DESI, Sonny Kartika membeberkan bahwa saat ini pabrik berdiri di atas laham seluas kurang lebih 32 hektar dan memiliki laboratorium uji limbah.

Selain itu, metode pengelolaan limbah yang diterapkan menggunakan teknologi yang digunakan industri pengelolaan limbah di negara maju, serta menyediakan fasilitas penimbunan akhir untuk mengubur limbah yang telah dihilangkan sifat racun dan bahaya.

"Kita mengutamakan pelayanan 4R, yakni reduce, reuse, recycle, dan recovery. Pastinya dengan layanan yang terintegrasi," terang Sonny.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Sementara Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyambut baik berdirinya pabrik pengelolaan limbah B3 dan non-B3 di wilayahnya. Menurutnya, pabrik ini bisa menjadi solusi bagi bangsa Indonesia dalam mengurangi sampah beracun.

"Berdirinya pabrik pengolahan limbah juga menandakan jika iklim investasi di Lamongan menjanjikan," tambah dia.

Untuk diketahui, perusahaan ini sudah lebih dulu berkembang di Jepang sejak 140 tahun silam dan masuk ke Indonesia sekitar 14 tahun lalu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.