Minggu, 07 Jun 2026 16:46 WIB

So Sweet...Pasutri Ini Barsama-sama Raih Gelar Doktor di ITS

Dr Kyatmaja Lookman Bcom SH MBA (kiri) dan Dr Ira Margaritha Sugianto BSc SH MTM (kanan) bersama putra putrinya usai Sidang Terbuka Promosi Doktor ITS di Hotel Bumi Surabaya. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)
Dr Kyatmaja Lookman Bcom SH MBA (kiri) dan Dr Ira Margaritha Sugianto BSc SH MTM (kanan) bersama putra putrinya usai Sidang Terbuka Promosi Doktor ITS di Hotel Bumi Surabaya. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menambah daftar lulusannya yang bergelar doktor. Menariknya, kali ini merupakan pasangan suami istri (Pasutri) dari Program Doktor Manajemen Teknologi (DMT).

Suami istri itu adalah Dr Kyatmaja Lookman Bcom SH MBA dan Dr Ira Margaritha Sugianto BSc SH MTM. Mereka berhasil meraih gelar doktor bersama-sama setelah dinyatakan lulus pada sidang terbuka promosi doktornya pada Rabu (25/1/2023) kemarin.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Dr Kyatmaja Lookman mengungkapkan bahwa ia dan istrinya sama-sama memiliki keinginan untuk studi lanjut di bidang manajemen teknologi itu karena didukung keinginannya dalam memajukan perusahaan yang dikelolanya.

"Hal itu didukung karena kami sebagai pengelolaan perusahaan jasa di bidang ekspedisi angkutan barang dalam negeri. Sehingga kami berpendapat bahwa pengelola perusahaan itu harus memiliki ilmu yang mumpuni,” ujar Kyat melalui siaran tertulisnya, Kamis (26/1/2023).

Dalam perjuangan merampungkan penelitiannya, pasangan doktor kedua dan ketiga Program DMT ITS ini mengaku saling mendukung dan menyemangati satu sama lain.

"Bahkan, tak jarang kami juga sebagai teman berdiskusi dan saling koreksi terkait penelitian yang sedang dikerjakan. Dan sangat menarik rasanya bisa belajar dan ke sana kemari bersama-sama,” tutur pria kelahiran Surabaya itu.

Sementara itu, sang istri Dr Ira Margaritha Sugianto menambahkan, terdapat tantangan dalam menuntaskan disertasi penelitiannya.

Pasalnya selain harus mengurus tiga anak yang sangat masih harus dalam pengawasan orang tua, sehingga manajemen waktu antara peran sebagai orang tua dan sebagai mahasiswa harus dikelola dengan baik.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

“Tidak jarang anak-anak merasa kurang diperhatikan oleh kami karena banyaknya waktu yang kami habiskan untuk menyelesaikan disertasi,” ungkap Ira.

Namun berkat dukungan satu sama lain, keduanya akhirnya bisa lulus 2,5 tahun dengan predikat Cumlaude. Kyat berhasil meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul Kemampuan Berinovasi Perusahaan Truk Agar Tetap Kompetitif di Era Industri 4.0.

Sedangkan Ira dengan penelitian disertasi berjudul Business Continuity Management in Land Transport Business to Survive Covid-19 Pandemic: A Study of Indonesian Trucking Business.

Kedua disertasi tersebut sama-sama menggunakan objek penelitian pada PT Lookman Djaja. Penelitian yang dilakukan Kyat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berinovasi pada perusahaan truk.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Sedangkan penelitian Ira memberikan analisis ukuran perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan ketahanan perusahaan angkutan truk pada masa pandemi.

Pasangan yang tengah berbahagia atas gelar yang diraih tersebut meyakini bahwa proses panjang dalam setiap perjalanan menuju sukses, pantang menyerah adalah kunci utamanya.

"Dengan begitu, maka akan terbiasa dengan penolakan-penolakan yang terjadi dalam kehidupan. Kita harus siap dengan segala kondisi yang diberikan untuk menguatkan diri ke depannya,” pungkas Ira yang juga alumnus University of Technology, Sydney, Australia itu.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.