Sabtu, 06 Jun 2026 12:58 WIB

Gunakan Biji Kapuk untuk Pakan Ikan, Pria di Jombang Hasilkan Cuan Puluhan Juta

Ahmad Kasani (43) warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, yang sukses budidaya ikan bawal. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Ahmad Kasani (43) warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, yang sukses budidaya ikan bawal. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Berawal dari iseng-iseng, Ahmad Khasani (43) warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang hasilkan cuan puluhan juta rupiah per bulan dari hasil budidaya ikan.

Dengan memanfaatkan 20 petak lahan sawah di kampungnya, Khasani membudidayakan 2 jenis ikan air tawar, yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ya, ikan itu adalah Ikan Bawal dan Ikan Patin.

Baca Juga: Tren Ikan Molly Melejit di Kediri, Dari Hobi Jadi Peluang Ekonomi Menjanjikan

Ditemui di kolamnya, Khasani mengaku awalnya pada tahun 2017 yang lalu iseng-iseng ingin membuat kolam ikan.

"Awalnya coba-coba bikin kolam ikan. 10 petak buat kolam Ikan Bawal. Dan 10 petak buat kolam Ikan Patin," ungkapnya, Kamis (26/1/2023).

Namanya juga coba-coba, Khasani menyebut untuk urusan pakan ia juga coba-coba dengan menggunakan pakan alternatif yakni memanfaatkan biji buah Pohon Randu atau yang biasa dikenal masyarakat Biji Kapuk.

"Awalnya kita coba-coba dari Ikan Bawal itu pakai pakan alternatif Biji Kapuk. Dan ternyata hasilnya luar biasa, dan hingga berkembang sampai sekarang," katanya.

Tak hanya itu, Patin yang dulunya ia pisah sekarang coba dijadikan satu dengan Ikan Bawal hasilnya juga luar biasa.

"Alhamdulillah hasilnya lumayan, jadi Patinnya besar, Bawalnya juga besar. Rata-rata ukurannya 2 sampai 3 kiloan," jelasnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Untuk setiap petak, jika dipanen bisa menghasilkan ikan 60 ton. Dalam satu petak kolam ini terdapat beberapa jenis ikan tawar. Mulai, Bawal, Patin, Lele dan Nila.

"Itu sekali panen bisa 60 ton. Itu ada Bawal, Patin kemudian juga ada Lele dan Nila. Jumlahnya Lele dan Nila tidak terlalu besar karena hanya buat campuran saja. Karena mereka makan sisa makanan Ikan Bawal dan Patin," paparnya.

Ia mengaku dalam sekali panen setiap petak bisa menghasilkan uang sekitar Rp20 juta. Dengan masa panen 6 bulan.

"Untuk ikan yang buat kolam pancing masa panen 6 bulan sekali, kalau yang konsumsi itu sekali panen 4 bulan sekali," bebernya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia menyebut ikan yang ia budidayakan untuk pemancingan biasanya diambil para pemilik kolam pancing yang ada di Jawa Timur.

"Itu kolam pemancingan-pemancingan seluruh Jawa Timur itu ngambilnya di sini," sambungnya.

Ia menjelaskan saat ini harga setiap kilogram Ikan Bawal sebesar Rp15 ribu per kilogram. Sedangkan untuk Ikan Patin saat ini harganya mengalami penurunan, dari Rp17 ribu menjadi Rp15 ribu.

"Sedangkan Ikan Nila agak mahal 22 ribu rupiah per kilogram," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.