Selasa, 28 Jul 2026 04:09 WIB

Slamet Rudhu, Napi Terorisme Kelompok JAD Jateng-Jatim Bebas Bersyarat

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 24 Jan 2023 16:12 WIB
Slamet Rudhu, napiter terorisme kelompok JAD saat dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Klas I Surabaya (Foto: Humas Kemenkumham Jatim)
Slamet Rudhu, napiter terorisme kelompok JAD saat dinyatakan bebas bersyarat dari Lapas Klas I Surabaya (Foto: Humas Kemenkumham Jatim)

jatimnow.com - Seorang narapidana kasus terorisme (napiter) Slamet Rudhu dinyatakan bebas dari Lapas Klas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Selasa (24/1/2023).

Pria asal Batang, Jawa Tengah yang merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu bebas setelah mendapatkan pembebasan bersyarat.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

"Tadi pagi sekitar pukul 09.30 WIB, petugas Lapas Surabaya melakukan pembebasan bersyarat seorang warga binaan pemasyarakatan kasus terorisme atas nama Slamet Rudhu," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham Jatim), Imam Jauhari dalam rilisnya.

Imam menjelaskan, Slamet dibebaskan bersama 7 warga binaan lainnya, yang sama-sama mendapatkan hak pembebasan bersyarat.

"Karena bersyarat, maka status pembinaannya dialihkan menjadi pembimbingan sebagai klien di Balai Pemasyarakatan (Bapas)," jelas Imam.

Untuk mempermudah proses pembimbingan, Bapas Surabaya mengalihkan ke Bapas Pekalongan. Slamet diantar langsung oleh wali pemasyarakatan sampai rumahnya di Batang.

"Untuk memudahkan proses pembimbingan, nanti teman-teman Bapas Pekalongan yang akan menentukan pola dan waktu pembimbingan yang cocok untuknya," ungkap Imam.

Sementara Kepala Lapas Klas I Surabaya, Jalu Yuswa Panjang menambahkan, Slamet mendapatkan pidana selama 3 tahun. Dia telah menyatakan ikrar di lapas pada Februari 2022.

Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan

"Pembebasan Slamet Rudhu selain didampingi wali napiter, juga menggandeng aparat penegak hukum setempat seperti polisi, TNI, BIN, dan BNPT," jelas Jalu.

Jalu mengatakan, alasan mengantar langsung Slamet ke tempat tinggalnya adalah untuk diserahkan kepada keluarga dan masyarakat setempat.

"Agar masyarakat ikut aktif untuk melakukan pembinaan, sehingga tidak bergabung lagi dengan kelompok radikal," tegasnya.

Terpisah, Slamet mengungkapkan rasa bahagianya. Setelah ini, ia berencana akan mengembangkan berbagai usaha di tempat tinggalnya. Salah satunya adalah pembuatan tempe dan tahu.

Baca Juga: Dorong Efisiensi Industri, Kawan Lama Solution Expo 2026 Hadir di Surabaya

"Nanti mau bikin usaha lagi supaya menolong teman-teman yang lain untuk bekerja," ujarnya.

Slamet juga berkomitmen untuk mengajak teman-temannya yang masih radikal agar kembali lagi ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Diketahui, Slamet Rundhu sebelumnya tergabung dalam kelompok JAD di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia ditangkap setelah terlibat dalam pendanaan jaringan terorisme tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.