Minggu, 07 Jun 2026 04:05 WIB

Berkah Imlek, Pedagang Burung Emprit Raup Cuan Rp2 Juta Per Hari

Zainab meraup untung berlipat saat Imlek. (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Zainab meraup untung berlipat saat Imlek. (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Melepaskan burung atau fang seng merupakan tradisi masyarakat Tionghoa, yang dilakukan saat Hari Raya Imlek tiba.

Dengan ikhtiar melepaskan burung ke alam liar, masyarakat Tionghoa mempercayai akan menghindarkan diri dari beragam jenis musibah dan marabahaya (apes).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Imbas manis pun turut dirasakan oleh mereka pedagang burung. Yang di momen Imlek ini, per hari mereka mampu meraup untung 2 sampai 4 kali lipat.

Zainab (50), salah seorang pedagang burung di Klenteng Sanggar Agung Kenjeran, Surabaya, mengatakan saat momen Imlek tiba penjualan burung emprit (gereja) ini bisa ludes 2000 - 3000 ekor setiap hari.

"Hari-hari biasanya dalam satu minggu, burung emprit terjual 400 sampai 500-an. Sedangkan di saat Imlek begini tambah ramai, bisa tembus 2000 sampai 3000 ekor yang terjual," kata Zainab kepada jatimnow.com, Sabtu (21/1/2023).

Zainab menjelaskan, pihaknya sudah menekuni pekerjaan sebagai penjual burung emprit ini sejak 20 tahun lalu.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Mulai 2012 lalu, saat itu burung emprit dijual harga Rp1500 per ekor dan sekarang ini di tahun 2023, harganya menjadi Rp2000 per ekor," jelasnya.

Sedangkan, lanjut Zainab, pagi ini 200 ekor burung sudah terjual dan mentok sampai sore hari biasanya 3000 ekor bisa laku.

"Patokannya kalau di momen Imlek seperti ini, 3000 ekor bisa habis terjual dan keuntungannya per hari bisa mencapai 2 juta," ungkapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Diketahui, tidak hanya burung jenis emprit saja yang dijual, melainkan ada juga burung berjenis perkutut yang dijual dengan harga 25 ribu/ekor, dan ini biasanya juga dibuat untuk fang seng.

"Burung perkutut dan burung emprit, menerima setoran dari penjaring yang setiap harinya disetor kesini, alhamdulillah kalau di Imlek bisa ramai terus seperti ini," pungkasnya.

Sekadar informasi, Zainab membuka stand jualan di Klenteng Sanggar Aggung Kenjeran ini bersama dengan saudaranya setiap hari, atau tidak musiman saat perayaan Imlek saja.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.