Sabtu, 06 Jun 2026 21:38 WIB

Pengurus Minta Maaf, Polemik Penyegelan Sekolah YPI Cokroaminoto Surabaya Clear

Pemkot dan DPRD Surabaya serta Pengurus YPI Cokroaminoto usai mencari solusi penyegelan sekolah karena belum ber-IMB (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Pemkot dan DPRD Surabaya serta Pengurus YPI Cokroaminoto usai mencari solusi penyegelan sekolah karena belum ber-IMB (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polemik penyegelan Sekolah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Cokroaminoto dianggap sudah clear oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Polemik itu dinilai selesai, setelah pihak pengurus yayasan meminta maaf dan mengaku insaf, bahwa bangunan lantai 2 sekolah di Jalan Petukangan Tengah No. 37, Ampel, Semampir, Surabaya itu belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya tidak ingin masalah terus berlarut, karena kepeduliannya terhadap pendidikan.

"Sekolah Cokroaminoto ini bangunannya ada dua lantai dan yang tidak memiliki izin itu lokasinya ada di lantai dua. Kalau lantai satu, itu gedungnya sudah lama dan IMB tidak berlaku," ungkap Eri di Ruang Rapat Walikota, Kamis (19/1/2023).

Untuk itu, lanjut Eri, bangunan lantai satu ini tetap diperbolehkan dan untuk lantai dua sementara ini masih menunggu turunannya IMB.

"Intinya lantai dua ini boleh dibangun, tapi ini menunggu proses IMB dulu, dan rencananya akan dalam waktu dekat," jelas Eri.

Wali Kota Surabaya, Eri CahyadiWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Sementara Ketua YPI Cokroaminoto, Alfiyatussolichah menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkot Surabaya, dan mengaku salah atas keputusan buru-buru membangun lantai dua sekolah.

"Menurut kami hasil ini sangat membuat kami lega. Kami salah membangun lantai dua dan kami akan hentikan, terlebih kami ingin fokus pembangunan lantai satu," ungkap Afli.

Menurut Alfi, hal tersebut untuk menambah ruang belajar mengajar, karena di lantai satu kondisinya sudah rusak parah.

"Proses belajar mengajar di sekolah kami sudah pindah ke rumah warga, sejak bulan Juli lalu dan kebetulan pihak alumni ada mendanai untuk renovasi karena di lantai satu kondisinya sudah rusak parah," jelas dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Sehingga dijelaskan oleh Alfi, dalam sehari-hari proses belajar mengajar akan dibuatkan sistem shif.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti yang ikut hadir dalam pertemuan itu menambahkan, hal ini menjadi perhatian pemkot dan DPRD di bidang pendidikan.

"Alhamdulillah ada solusi karena sejak awal saya dan pemerintah kota dan DPRD berupaya mencarikan solusi, serta terus peduli terhadap pendidikan di Surabaya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.