Rabu, 22 Jul 2026 11:33 WIB

Pengurus Minta Maaf, Polemik Penyegelan Sekolah YPI Cokroaminoto Surabaya Clear

Pemkot dan DPRD Surabaya serta Pengurus YPI Cokroaminoto usai mencari solusi penyegelan sekolah karena belum ber-IMB (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Pemkot dan DPRD Surabaya serta Pengurus YPI Cokroaminoto usai mencari solusi penyegelan sekolah karena belum ber-IMB (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polemik penyegelan Sekolah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Cokroaminoto dianggap sudah clear oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Polemik itu dinilai selesai, setelah pihak pengurus yayasan meminta maaf dan mengaku insaf, bahwa bangunan lantai 2 sekolah di Jalan Petukangan Tengah No. 37, Ampel, Semampir, Surabaya itu belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya tidak ingin masalah terus berlarut, karena kepeduliannya terhadap pendidikan.

"Sekolah Cokroaminoto ini bangunannya ada dua lantai dan yang tidak memiliki izin itu lokasinya ada di lantai dua. Kalau lantai satu, itu gedungnya sudah lama dan IMB tidak berlaku," ungkap Eri di Ruang Rapat Walikota, Kamis (19/1/2023).

Untuk itu, lanjut Eri, bangunan lantai satu ini tetap diperbolehkan dan untuk lantai dua sementara ini masih menunggu turunannya IMB.

"Intinya lantai dua ini boleh dibangun, tapi ini menunggu proses IMB dulu, dan rencananya akan dalam waktu dekat," jelas Eri.

Wali Kota Surabaya, Eri CahyadiWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

Sementara Ketua YPI Cokroaminoto, Alfiyatussolichah menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkot Surabaya, dan mengaku salah atas keputusan buru-buru membangun lantai dua sekolah.

"Menurut kami hasil ini sangat membuat kami lega. Kami salah membangun lantai dua dan kami akan hentikan, terlebih kami ingin fokus pembangunan lantai satu," ungkap Afli.

Menurut Alfi, hal tersebut untuk menambah ruang belajar mengajar, karena di lantai satu kondisinya sudah rusak parah.

"Proses belajar mengajar di sekolah kami sudah pindah ke rumah warga, sejak bulan Juli lalu dan kebetulan pihak alumni ada mendanai untuk renovasi karena di lantai satu kondisinya sudah rusak parah," jelas dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sehingga dijelaskan oleh Alfi, dalam sehari-hari proses belajar mengajar akan dibuatkan sistem shif.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti yang ikut hadir dalam pertemuan itu menambahkan, hal ini menjadi perhatian pemkot dan DPRD di bidang pendidikan.

"Alhamdulillah ada solusi karena sejak awal saya dan pemerintah kota dan DPRD berupaya mencarikan solusi, serta terus peduli terhadap pendidikan di Surabaya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.