Minggu, 07 Jun 2026 17:32 WIB

Makam Tiga Kiai Pendiri NU di Jombang

Ponpes Tebuireng Jombang, lokasi makam KH Hasyim Asy'ari (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Ponpes Tebuireng Jombang, lokasi makam KH Hasyim Asy'ari (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dari sederet kiai besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU), tiga di antaranya dimakamkan di Jombang, yaitu Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari, Kiai Abdul Wahab Hasbullah, dan Kiai Bisri Syansuri.

Makam tiga ulama besar itu, hingga kini ramai dikunjungi peziarah.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Pertama makam Kiai Hasyim Asy'ari, pemimpin tertinggi NU yang pertama, sebagai Rais Akbar. Kiai Hasyim memiliki julukan Hadratussyaikh yang berarti Maha Guru dan telah hafal Kutubus Sittah (6 kitab hadits), serta memiliki gelar Syaikhul Masyayikh yang berarti Gurunya Para Guru.

Kiai Hasyim wafat dan dimakamkan di komplek pemakaman pondok yang ada di Jalan Irian Jaya No. 10, Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Dia menghembuskan nafas terakhir pada 25 Juli 1947, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng.

Setelah Kiai Hasyim meninggal, kepemimpinan NU dilanjutkan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah. Ulama yang dikenal dengan panggilan Kiai Wahab ini juga salah satu pendiri NU.

Kiai Wahab adalah seorang ulama yang berpandangan modern. Dakwahnya dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian umum "Soeara Nahdlatul Oelama" atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama.

Kiai Wahab wafat di Jombang pada 29 Desember 1971. Jenazahnya dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren (Ponpes) Tambakberas yang ada di Tambakberas, Gang IV, Tambak Rejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Sedangkan yang ketiga, setelah meninggalnya Kiai Wahab, kepemimpinan NU digantikan KH. Bisri Syansuri, dengan jabatan tertinggi di NU, Rais 'Aam.

Kiai Bisri adalah seorang ulama yang ahli di bidang fikih (hukum Islam). Ia merupakan pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ma'arif, atau lebih dikenal dengan Pondok Denanyar di Jombang.

Jenazahnya dimakamkan di kompleks pemakaman Ponpes Mamba'ul Ma'arif Jalan KH. Bisri Syansuri No. 81/83, Denanyar Selatan, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.

Baca Juga: Menghitung Arah Muktamar NU: Siapa Berpeluang Menang?

Selain tiga kiai itu, ada banyak kiai yang menjadi pendiri NU. Seperti Kiai Cholil Bangkalan yang merupakan guru dari Kiai Hasyim. Juga Kiai Faqih Maskumambang Gresik yang disebut-sebut sebagai Wakil Rais Akbar.

Lalu Kiai Mas Alwi Abdul Aziz yang menamai NU, Kiai Ridwan Abdullah yang membuat lambang NU, juga Kiai Abdul Chalim yang merupakan Wakil Katib dari PBNU pertama kali, adalah di antara para ulama pendiri NU. Dan masih banyak lagi.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.