Sabtu, 06 Jun 2026 20:34 WIB

Diduga Gelapkan Uang Nasabah, Pegawai Koperasi di Bojonegoro Dipolisikan

Beberapa nasabah Koperasi KSPPS BMT Mitra Usaha Syariah Bojonegoro saat mendatangi Mapolres Bojonegoro didampingi penasehat hukum (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Beberapa nasabah Koperasi KSPPS BMT Mitra Usaha Syariah Bojonegoro saat mendatangi Mapolres Bojonegoro didampingi penasehat hukum (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Beberapa nasabah Koperasi KSPPS BMT Mitra Usaha Syariah Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro melaporkan IK (28) atas dugaan penggelapan uang tabungan dengan total Rp411 juta.

Salah satu nasabah, Basuki Bambang mengungkapkan, kedatangannya bersama sejumlah nasabah lain melaporkan IK yang merupakan oknum marketing koperasi tersebut.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenkop Perkuat Jaminan Sosial Ekosistem Koperasi

"Setahu saya ada sekitar 34 orang yang di Desa Cangaan juga menjadi korban. Kalau total keseluruhan ada 129 orang lebih. Untuk kerugiannya sekitar Rp411 juta," ujar Bambang pada jatimnow.com, Senin (16/1/2023).

Bambang awalnya mengetahui bahwa uangnya digelapkan saat ingin mengambil uang di kantor koperasi untuk kebutuhan sekolah anaknya. Namun ia mendapatkan uang yang tempo hari disektorkan untuk ditabung, ternyata hanya ditabung di rekening tabungannya hanya sejumlah Rp200 ribu.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

"Total uang yang saya setor untuk ditabung berjumlah Rp50 juta. Selama ini kami hanya menyetorkan uang ke oknum pegawai tersebut. Karena kami sudah mempercayakan sepenuhnya terhadap dia. Tetapi malah saat dicek uangnya tidak masuk ke tabungan," ungkapnya.

Sementara Manajer Koperasi KSPPS BMT Mitra Usaha Syariah, Khoirul Huda membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengakui bahwa IK adalah salah satu marketing.

Baca Juga: 2 Pekerja Pabrik Rokok di Malang Bakar Gudang Usai Aksi Penggelapannya Terendus

Menurutnya, modus yang dilakukan terlapor yaitu dengan melakukan transaksi berupa penarikan uang tabungan milik nasabah. Namun untuk bukti tanda tangan dari penarikan uang itu dipalsukan. Selain itu, kwitansi tanda terima dari nasabahnya, dan tanda tangan kantor juga ikut dipalsukan.

"Atas perkara ini, kami dari kantor pun telah berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun tidak ada itikad baik dari pelaku, selanjutnya untuk perkara ini kami serahkan kepada aparat penegak hukum," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.