Rabu, 10 Jun 2026 20:00 WIB

Ketika Para Pimpinan Perguruan Silat di Jombang Bertemu

Pertemuan antara pimpinan perguruan silat dan forkopimda Jombang (Foto-foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)
Pertemuan antara pimpinan perguruan silat dan forkopimda Jombang (Foto-foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Merespon konflik horizontal antar pendekar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang bertemu dengan para pimpinan perguruan silat, Rabu (11/1/2023).

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jombang, Purwanto mengatakan, pertemuan ini untuk merespon konflik horizontal yang ditimbulkan oknum perguruan silat, demi terciptanya kondusivitas wilayah jelang tahun politik.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Dia menyebut, langkah respon cepat ini dilakukan agar konflik horizontal antar pendekar tidak menjadi liar.

"Kalau kami forkopimda tidak segera merespon ini, akan menjadi sesuatu yang semakin liar. Oleh karena itu kami bersama pak kapolres, forkopimda lainnya menginisiasi pelaksanaan forum silaturahmi ini," terang Purwanto.

Dia menegaskan, kegiatan ini sebenarnya rutin. Namun pada pertemuan kali ini merupakan kegiatan insidentil untuk merespon konflik horizontal antar pendekar perguruan silat.

"Langkah-langkah ini dilakukan dengan cepat untuk mengantisipasi, agar kita semakin rukun, damai dan bersatu," tambahnya.

Purwanto menambahkan, jika nantinya konflik ini tidak bisa dihindari dan masuk ke ranah hukum, maka proses penegakan hukum akan ditegakkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Dalam pertemuan ini, lanjutnya, telah disepakati untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Jombang.

"Yang disepakati kita menciptakan rukun damai di Jombang, baik pengurus pencak silat, pengurus, anggota hingga ke akar-akarnya. Karena yang paling mudah digosok-gosok ini kan antar perguruan pencak silat, karena ada kejadian," papar dia.

Sementara Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat menjelaskan, ada 24 perguruan silat yang telah melakukan kesepakatan bersama untuk menjaga kondusivitas.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Kita sudah identifikasi, baik dari segi perizinan maupun lainnya. Dan kita sudah komunikasikan, baik massa, waktu dan tempat. Ini semua demi kondusivitas," terang dia.

Dia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), petugas akan melakukan tindakan tegas terukur bila nyawa petugas terancam bahaya, saat konflik horizontal antar pendekar terjadi.

"Tembak di tempat ini kan ada upaya melawan, dan membahayakan nyawa petugas. Dan ini yang ingin kita sampaikan kepada oknum, agar tidak membuat provokasi. Dan ini juga sudah komitmen kami di forkopimda. Jika ada oknum yang berusaha memprovokasi, akan kami tindak tegas," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.