Rabu, 10 Jun 2026 14:20 WIB

Pembangunan Pasar Pon Jombang Terancam Molor, Ini Sebabnya

Proyek pembangunan Pasar Pon Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Proyek pembangunan Pasar Pon Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Proyek pembangunan Pasar Pon yang ada di Kabupaten Jombang, terancam molor dari jadwal yang telah ditentukan. Proyek senilai Rp3,9 miliar itu hingga kini masih banyak kekurangan.

Rencananya anggaran miliaran rupiah itu akan digunakan pembangunan 72 kios dan 7 toko. Selain itu ada 20 kios cadangan dan 75 los untuk pedagang.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Berdasarkan data yang dihimpun dari LPSE Kabupaten Jombang, proyek ini telah dimenangkan oleh CV Satu Jaya. Pekerjaan dimulai sejak tanggal 19 Juli 2022, hingga 16 Desember nanti. Namun hingga kini tanggal 7 Desember proyek tersebut berjalan sangat lambat.

Bambang selaku pelaksana dari CV Satu Jaya mengaku saat ini progres pembangunan mengalami minus.

"Laporan terakhir kemarin itu minusnya 38 persen," ungkapnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (7/12/2022).

Ia menyebut minus sebanyak itu dikarenakan adanya pembongkaran Pasar Pon yang dilakukan bagian aset Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang.

"Minus pertama saat pembongkaran. Karena pembongkaran itu selama 9 hari kerja. Dari situ awalnya kita minus," bebernya.

Ia menceritakan, awalnya rencana pelaksanaan pembongkaran bangunan pasar lama oleh bidang aset Disdagrin itu akan selesai dalam 3 hari. Namun pada pelaksanaan kegiatan pembongkaran molor hingga 9 hari kerja.

"Selama 2 minggu proyek ini jalan tapi kita gak bisa kerja. Bisanya kerja cuman pembesian aja. Nunggu pembongkaran pasar itu. Selanjutnya ya ngejar terus sampai akhirnya minus sebanyak itu," paparnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Ia mengaku saat pengerjaan bedak sementara sebanyak 20 titik itu. Pelaksanaannya lancar bahkan melebihi jadwal.

"Waktu pengerjaan bedak sementara itu kita masih plus, kita kerjakan 18 hari sudah selesai. Soalnya kita dikejar agar para pedagang bisa segera pindah dan pasar bisa dibongkar," ucapnya.

"Rencananya pembongkaran itu 3, sampai 4 hari selesai. Malah jadi 9 hari waktu itu. Pembongkaran dari bagian aset, Dinas Perdagangan," sambungnya.

Untuk mengejar ketertinggalan progres tersebut, mengingat 9 hari lagi masa kontrak proyek ini habis, ia mengatakan akan mengajukan adendum perubahan waktu.

"Sesuai arahan dari direktur, kita mau maju ke adendum waktu," ucapnya.

Baca Juga: SIG Gandeng Taiheiyo Cement Corporation untuk Ekspansi Bisnis Soil Stabilization

Selain itu, ia mengaku seluruh material proyek sudah dipenuhi di lokasi. Namun untuk bagian atap ia menyebut akan mengebut proses pembuatan atap dan pemasangan. Sehingga dalam kurun waktu dua mingguan minus proyek bisa terkejar.

"Ya yang kita lakukan, ngebut pembuatan dan pemasangan atap selama dua mingguan selesai. Selanjutnya kita tetap akan mengajukan adendum waktu, sehingga minus bisa terkejar," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid bahan pokok dan penting (Bapokting) Disdagrin Kabupaten Jombang Haris, saat dikonfirmasi adanya minus proyek itu, mengaku belum bisa memberikan keterangan yang jelas.

"Saya masih monitoring di Pasar Blimbing. Jadi gak fokus, nanti kalau sudah selesai bisa telepon lagi mas," tukasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.