Rabu, 22 Jul 2026 12:54 WIB

Momen Bocah SD di Kediri Bertanya Cara Mendapatkan KIP ke Mas Dhito

Brian saat bertanya kepada Mas Dhito di acara Jumat Ngopi (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Brian saat bertanya kepada Mas Dhito di acara Jumat Ngopi (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bocah kelas 3 SD NU Darussalam bernama Muhamad Brian Putra berani mengajukan pertanyaan cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito).

Momen tidak biasa itu terjadi dalam acara Jumat Ngopi yang digelar di Balai Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Jumat (2/12/2022). Bocah berusia 10 tahun itu memang sejak awal terlihat antusias mengikuti acara tersebut.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pemkab Kediri Dorong Korban Berani Melapor

Duduk di bagian depan, Mas Dhito pun memanggil Brian dan memintanya untuk maju.

"Tanya bagaimana caranya dapatkan Kartu Indonesia Pintar," tanya Brian kepada Mas Dhito.

Mas Dhito pun balik bertanya kepada Brian mengenai pekerjaan bapak dan ibunya.

"Bapak petani, ibu penjual minuman," jawab bocah yang memiliki cita-cita menjadi polisi itu secara spontan.

Mendengar pengakuan Brian, Mas Dhito menginstruksikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Mokhamat Muhsin yang ikut mendampingi acara Jumat Ngopi itu untuk menguruskan KIP bagi Brian.

"Pak Muksin tolong dicatat Senin kita proses," pinta Mas Dhito.

Bocah kelas 3 SD yang bertanya ke Mas Dhito soal KIPBocah kelas 3 SD yang bertanya ke Mas Dhito soal KIP

Sebagai bentuk kebanggaannya terhadap keberanian Brian, Mas Dhito memberikan hadiah topi miliknya. Mas Dhito juga mengaku akan memberikan hadiah sepatu dan sepeda untuk Brian.

Baca Juga: Sastra Saraswati Sewana Yatra di Candi Tegowangi, Mas Dhito: Perkuat Toleransi

"Nanti saya kirim sepeda," janji Mas Dhito.

Rina, ibunda Brian yang duduk menunggu di antara peserta Jumat Ngopi lain mengaku bangga dengan keberanian anaknya. Diceritakannya, Brian memang ingin mendapat KIP seperti temannya di sekolah.

"Sebelumnya dipameri temannya yang dapat KIP, katanya uangnya diambil di kantor pos. Di rumah tanya saya kenapa dia tidak dapat," terang Rina.

Semenjak itu, Brian menyampaikan keinginannya supaya bisa mendapatkan uang seperti temannya. Berangkat dari keinginannya itu, Brian berani bertanya langsung kepada bupati.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin menerangkan, ada dua jalur untuk bisa menerima KIP, yaitu jalur terpadu berdasar data warga kurang mampu, maupun jalur pengajuan dari satuan pendidikan.

Baca Juga: Cerita Sedih Guru SDN Gadungan 2 Kediri, Tak Ada Murid Baru di Penghujung Masa Bakti

Untuk pengajuan KIP tersebut harus dilampiri surat keterangan tidak mampu. Pihaknya mengaku telah menyampaikan kepada orangtua Brian supaya mengurus surat keterangan tidak mampu ke pemerintah desa terlebih dahulu.

"Nanti kalau sudah ada surat keterangan tidak mampu dari desa baru kita ajukan ke kementerian pendidikan," terang dia.

Dan bilamana nantinya dari pengajuan yang dilakukan tidak bisa mendapatkan KIP, pihaknya akan mengupayakan supaya Brian bisa mendapatkan beasiswa dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA).

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.