Selasa, 09 Jun 2026 02:16 WIB

Dukung Program Nasional, Wabup Jombang Seriusi Penanganan Stunting

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah saat membuka Rakor Penyusunan Laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jombang di ruang Shafa Marwah, Green Red Hotel Jombang. (foto: Pemkab Jombang for jatimnow.com)
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah saat membuka Rakor Penyusunan Laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jombang di ruang Shafa Marwah, Green Red Hotel Jombang. (foto: Pemkab Jombang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Jombang mendukung pelaksanaan program membebaskan generasi muda Indonesia dari stunting di Kabupaten Jombang.

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah mengatakan target prevalensi stunting di Kabupaten Jombang bisa mencapai 14 persen pada tahun 2024 dari angka 21,2 persen pada 2021.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

Untuk mencapai target itu, Sumrambah meminta para pemangku kepentingan melakukan berbagai upaya dengan fokus pada lima pilar Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Stranas Stunting).

"Sebagaimana dimandatkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, tentang Percepatan Penurunan Stunting," ungkapnya, Selasa (29/11/2022).

Lebih lanjut ia menegaskan penguatan pelaksanaan lima pilar stranas dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jombang ada beberapa yang telah terlaksana.

"Peningkatan Komitmen dan visi kepemimpinan pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dengan adanya tagging anggaran daerah dalam percepatan penurunan stunting baik dari APBD, APBN maupun APBDes," katanya.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Selain itu, ia mengaku peningkatan komunikasi dan perubahan perilaku serta pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa.

"Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat, penguatan dan pengembangan sistem, data, riset, informasi dan inovasi," paparnya.

Ia berharap, kolaborasi semua elemen masyarakat tetap menjadi kunci dari upaya penanganan stunting demi mewujudkan Indonesia Sehat.

"Pencegahan dan penanggulangan Stunting itu penting. Butuh Kolaborasi seluruh OPD juga keseriusan dan kemauan semua pihak. Karena ini menyangkut Sumber Daya Manusia Indonesia ke depannya," terangnya.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

Ia menjelaskan, munculnya stunting bisa disebabkan gaya hidup. Saat ini para calon ibu takut gemuk, sehingga muncul budaya diet. Nah, pada saat hamil dan pascamelahirkan tidak berupaya bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi baik bagi si ibu dan calon bayi dengan baik.

"Selain itu persoalan ilmu pengetahuan dan kemiskinan juga menjadi faktor lain. Ini semua yang harus dibedah dan dianalisa, sehingga masing masing OPD dapat mengambil peran dan melakukan langkah-langkah strategis untuk dapat menyelesaikan persoalan Stunting menjadi zero," bebernya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.