Selasa, 28 Jul 2026 13:46 WIB

Dukung Program Nasional, Wabup Jombang Seriusi Penanganan Stunting

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah saat membuka Rakor Penyusunan Laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jombang di ruang Shafa Marwah, Green Red Hotel Jombang. (foto: Pemkab Jombang for jatimnow.com)
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah saat membuka Rakor Penyusunan Laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jombang di ruang Shafa Marwah, Green Red Hotel Jombang. (foto: Pemkab Jombang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Jombang mendukung pelaksanaan program membebaskan generasi muda Indonesia dari stunting di Kabupaten Jombang.

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah mengatakan target prevalensi stunting di Kabupaten Jombang bisa mencapai 14 persen pada tahun 2024 dari angka 21,2 persen pada 2021.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Untuk mencapai target itu, Sumrambah meminta para pemangku kepentingan melakukan berbagai upaya dengan fokus pada lima pilar Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Stranas Stunting).

"Sebagaimana dimandatkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, tentang Percepatan Penurunan Stunting," ungkapnya, Selasa (29/11/2022).

Lebih lanjut ia menegaskan penguatan pelaksanaan lima pilar stranas dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jombang ada beberapa yang telah terlaksana.

"Peningkatan Komitmen dan visi kepemimpinan pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dengan adanya tagging anggaran daerah dalam percepatan penurunan stunting baik dari APBD, APBN maupun APBDes," katanya.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

Selain itu, ia mengaku peningkatan komunikasi dan perubahan perilaku serta pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa.

"Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat, penguatan dan pengembangan sistem, data, riset, informasi dan inovasi," paparnya.

Ia berharap, kolaborasi semua elemen masyarakat tetap menjadi kunci dari upaya penanganan stunting demi mewujudkan Indonesia Sehat.

"Pencegahan dan penanggulangan Stunting itu penting. Butuh Kolaborasi seluruh OPD juga keseriusan dan kemauan semua pihak. Karena ini menyangkut Sumber Daya Manusia Indonesia ke depannya," terangnya.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

Ia menjelaskan, munculnya stunting bisa disebabkan gaya hidup. Saat ini para calon ibu takut gemuk, sehingga muncul budaya diet. Nah, pada saat hamil dan pascamelahirkan tidak berupaya bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi baik bagi si ibu dan calon bayi dengan baik.

"Selain itu persoalan ilmu pengetahuan dan kemiskinan juga menjadi faktor lain. Ini semua yang harus dibedah dan dianalisa, sehingga masing masing OPD dapat mengambil peran dan melakukan langkah-langkah strategis untuk dapat menyelesaikan persoalan Stunting menjadi zero," bebernya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.