Sabtu, 13 Jun 2026 12:43 WIB

Pandangan Ahli Kimia Unair Tentang Dampak Gas Air Mata

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 26 Nov 2022 10:22 WIB

jatimnow.com - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 100 orang di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, pada 1 Oktober lalu masih menjadi pembicaraan.

Sejumlah pakar kimia membahas dampak gas air mata yang memiliki zat tertentu. Umumnya gas air mata digunakan untuk menghalau aksi massa atau kerusuhan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurut pakar kimia dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Dwi Setyawan mengatakan bahwa gas air mata memang dirancang untuk pengendali kerusuhan.

"Formulasi gas air mata merupakan zat kimia biasa yang digunakan secara terbatas, senyawa 2 Clorobenzalmalononitrile (CS), komponen penentu yang biasa disebut gas CS, difungsikan sebagai agen pengendali kerusuhan," katanya dalam Focus Group Discussion bertema "Pertanggungjawaban Pidana Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang" di Gedung Pancasila, Fakultas Hukum Unair, Jumat (25/11/2022).

Ia menambahkan bahwa gas air mata bertekstur padat solid kristalik atau powder (serbuk), bahan kimia ini bersifat iritasi.

"Secara garis besar, bahwa bahan untuk gas air mata sebenarnya memang sifatnya toxic (mengandung racun), tapi memang bahannya diformulasikan untuk kebutuhan khusus dalam batas aman," urainya.

"Namun perlu melihat kondisi. Jika dalam keadaan tertutup misalnya, maka bisa jadi penyebab kematian, seperti korban di Stadion Kanjuruhan itu," tambah Prof Dwi.

Hal senada juga diungkapkan Prof. Dr, Fahimah Martak, M.Si yang juga pakar kimia. Ia menyebutkan bahwa komponen gas air mata merupakan senyawa yang terkandung di dalam gas air mata pada dasarnya adalah serbuk, seperti merica halus.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Ia menggambarkan gas air mata lebih mirip sianida. Bedanya racun sianida yang menyebabkan orang meninggal dicampurkan dengan kopi. Efeknya jauh lebih ganas dibandingkan gas air mata.

"Kalau ini (gas air mata) kan dihirup, Nah kadar yang dihirup itu berapa, itu yang kita tidak tahu. (Ketika dihirup) bisa timbul sesak nafas," ujarnya.

Fahimah menegaskan jika gas air mata itu tidak menyebabkan kematian jika hanya dihirup sedikit. Berbeda dengan sianida yang memberi efek ganas karena dicampurkan dengan minuman.

"Ketika menghirup dan kondisi tubuhnya fit, tidak menbimulkan gejala apa-apa," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Namun ia mengingatkan baha pada dasarnya bahan kimia itu berbahaya. Ia mencontohkan gas CO (karbondioksida) yang dikeluarkan kendaraan bisa membahayakan udara terbuka. Namun gas ini terikat oleh banyaknya tanaman hijau, sehingga manusia tidak terdampak langsung. 

Namun ia memiliki pandangan sendiri tentang gas air mata. Fahimah mengatakan bahwa gas air mata memang bia mengakibatkan sesak nafas hingga membuat mata kabur, tapi bukan penyebab utama kematian.

"Dalam kasus Tragedi Kanjuruhan, seseorang bisa meninggal disebabkan banyaknya gas yang terhirup, yang menyebabkan pandangan kabur, sesak napas, dan terinjak-injak. Tapi, saya tidak tahu, kepanikan di lapangan seperti apa," tandasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.