Rabu, 22 Jul 2026 10:16 WIB

2 Residivis Jambret "Murid" YouTube Diringkus di Warung Kopi

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 18 Nov 2022 17:20 WIB
Dua tersangka saat diamankan Polsek Wonocolo. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.cm)
Dua tersangka saat diamankan Polsek Wonocolo. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.cm)

jatimnow.com - Dua pemuda diamankan Unit Reskrim Polsek Wonocolo setelah kedapatan merampas handphone milik pengendara motor di Jalan Kedung Baruk, Surabaya. Aksi kejahatan jalanan ini dilakukan kedua tersangka setelah belajar dari YouTube.

Berdasarkan data dari polisi, kedua tersangka bernama Rangga Putra (20), warga Jalan Bendul Merisi, Surabaya dan Dwisyah (22), warga Jalan Bungurasih. Saat ini, dua bandit tersebut telah ditahan untuk diproses lebih lanjut.

Baca Juga: Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

"Kedua tersangka ini kami amankan setelah dilakukan penyelidikan usai mendapat laporan dari korban. Kami tangkap mereka di sebuah warung kopi di daerah Bendul Merisi," kata Kapolsek Wonocolo, AKP Bayu Halim, Jumat (18/11/2022).

Bayu menjelaskan, perampasan handphone ini sendiri terjadi pada Minggu (13/11/2022) malam. Saat itu, korban yang berinisial AP, warga Surabaya sedang mengendarai motor sambil main handphone.

Kedua tersangka yang saat itu sudah berkeliling cari sasaran, kemudian melihat korban. Dengan mengendarai motor, kedua bandit yang masih muda ini langsung memepet korban dari belakang dan langsung merampas handphone dari tangan korban.

Korban yang kaget kemudian berteriak minta tolong. Namun upaya itu tidak dapat bantuan dari orang. Sementara kedua tersangka yang berhasil melakoni aksinya, langsung kabur ke arah Jalan Ir Soekarno (MERR).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Korban kemudian melapor ke kantor. Setelah itu langsung dilakukan penyelidikan oleh anggota. Tak lama kami dapat mengidentifikasi keberadaan kedua tersangka. Saat itu anggota dapat info jika mereka hendak menjual HP korban, janjian dengan pembeli di warkop tersebut. Di situlah kemudian dapat diamankan," jelasnya.

Saat ditangkap, kedua tersangka tak dapat mengelak. Kemudian bersama barang bukti langsung dibawa ke mako untuk dilakukan pemeriksaan.

Kepada penyidik, kedua terangka mengaku nekat merampas handphone karena butuh uang untuk foya-foya. Selain menenggak minuman keras (miras), juga untuk nongkrong bersama teman-temannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka ini ternyata merupakan residivis atas kasus yang sama. Dan mengaku kepada kami bahwa belajar dari YouTube. Namun kami tidak percaya begitu saja, karena mereka ini mengaku sudah lebih dari 3 kali ini menjambret. Keterangannya akan terus kami dalami lagi," pungkas Bayu.

Penyidik menjerat kedua tersangka dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas), yang ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.