Sabtu, 06 Jun 2026 11:59 WIB

Dugaan Remaja Disabilitas di Mojokerto Dibuang Hanya Rekayasa, Ini Alasannya

Mujiati saat berada di Panti Werda. (Foto: Assegaf for jatimnow.com)
Mujiati saat berada di Panti Werda. (Foto: Assegaf for jatimnow.com)

jatimnow.com - Remaja perempuan penyandang disabilitas yang dikabarkan ditelantarkan atau dibuang di depan rumah, itu hanya rekayasa Mujiati dan keluarganya.

Cerita jika anak remaja perempuan yang ditaruh didepan rumah Mujiati oleh seorang pria lalu melarikan diri ke dalam pasar dan ada juga sopir grab itu semua hanya rekayasa.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

Hal itu dilakukan hanya karena suami yang merupakan ayah kandung dan Mujiati ibu tiri anak disabilitas itu tidak bisa merawat dengan baik.

"Alasannya tidak bisa merawat," kata Mujiati di Panti Werda, Kamis (17/11/2022).

Ia menambahkan, dirinya melakukan laporan palsu agar anak tirinya itu bisa dirawat oleh Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto atau Dinsos Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Demi Mendapat Uang Dari Orang Tua, Remaja di Jember Rekayasa Pembegalan

"Saya merekayasa agar ditangani dan dirawat oleh dinsos," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak disabilitas (diperkirakan sudah remaja) diduga sengaja dibuang oleh seseorang pria.

Anak disabilitas itu ditaruh di depan rumah Mujiati pada Rabu (9/11/2022) sekitar pukul 13.00 WIB dengan dibekali popok dan juga pakaian.

Baca Juga: YBM PLN UP3 Surabaya Selatan Salurkan Bantuan untuk Pekerja Disabilitas

Mujiati menjelaskan, saat itu ada dua orang yang. Satu orang meninggalkan anak disabilitas itu berhasil lari ke dalam pasar. Satu lagi hanya mengaku sebagai sopir Grab.

"Ada dua orang waktu itu, sama Mas Grab. Tapi Mas Grab nya tidak tahu apa-apa pas ditanyai, cuman naruhkan dua kresek isi popok sama celana," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.