Minggu, 07 Jun 2026 06:26 WIB

Kuy, Intip Menu dan Kelezatan Makanan Jawa Klasik, Ada dari Kediri

  • Penulis :
  • | Selasa, 15 Nov 2022 08:48 WIB
foto: dok jatimnow.com
foto: dok jatimnow.com

jatimnow.com - Makanan maupun jajanan yang kita konsumsi di era modern banyak yang tidak diketahui asal-usulnya. Pada dasarnya, makanan di era modern saat ini diduga sudah ada sejak zaman Majapahit. Apa benar?

Bila ditelusuri lebih jauh, cukup banyak prasasti peninggalan sejarah yang mencatat jenis-jenis kuliner yang meliputi makanan, penganan, maupun bumbu, yang sudah ada sejak zaman klasik atau zaman kerajaan kuno.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Ahli bioteknologi dan agroteknologi, Nadirman Haska menemukan salah satu relief di Candi Borobudur yang menggambarkan pohon sagu.

Pohon ini menggambarkan makanan masyarakat Jawa klasik kala itu juga sagu. Tetapi tetap tidak meninggalkan beras sebagai makanan utama.

Arkeolog Titi Surti Nastiti menyebut beras menjadi makanan penting bagi kerajaan Medang atau Mataram kuno hingga era Majapahit.

Bila Anda mengunjungi petirtaan Cabean Kunti di boyolali akan menemukan relief nasi lengkap dengan dua lauk. Yakni ikan utuh, dua telur rebus, dan tusuk sate.

Negarakrtagama (1364) mencatat Raja Hayam Wuruk (1334-1389), digambarkan gemar menggelar pesta. Adapun makanan yang tersaji cukup lengkap.

Kakawin Bhomakawya mencatat ikan-ikan laut dikeringkan sebelum disantap. Ikan-ikan yang digantung ditulis sebagai ikan gereh atau greh.

Nasi pecel konon juga dicatat dalam Kakawin Ramayana (870 M). Sayuran dudut, diduga sayuran yang dicabut meliputi kecamba, kedelai dan sasawi (sawi) dicampur dengan bumbu kacang. Ahli sejarah menyebutnya pecel, seperti yang kita konsumsi sekarang.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

foto: dok jatimnow.comfoto: dok jatimnow.com

Ada pula Prasasti Rukam yang mencatat skul paripurna yang mirip dengan nasi tumpeng. Kemudian pangliwetan yang menjadi cikal bakal nasi liwet.

Prasasti Sanguran dan Kakawin Ramayana mengenal dwadwal yang dikenal dodol. Penganan ini identik dengan jajanan khas garut.

Anda penggemar tape? Kakawin Ramayana sudah mencatatnya. Kemudian Kidung Korawasrama mengenal lepet, Kakawin Nawaruci (1533) menyebut wajik sebagai hidangan khas era Majapahit.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Siapa yang tidak kenal Calon Arang? Cerita dari Desa Gurah, Kediri ini cukup terkenal. Di dalam Lontar Calon Arang (1540) mencatat brem sebagai penganan, dan kini menjadi jajanan khas Madiun.

Maknan klasik yang diabadikan dalam prasasti meliputi Prasasti Taji (910 M), Pangumulan (902), Watukura I (902), Mantyasih (907), Rukam (907), Lintakan (919), Sanguran (928), Jeru Jeru (930), Alasantan (939), dan Paradah (943).

Seorang penjelalah Italia, Marcopolo (1254-1324) menyebut jahe, garam (uyah), bawang putih (jasun), cuka (wrak), merica (sahang), kencur (kecur), kemiri (miri), lengkuas (laos) merupakan bumbu yang diproduksi di Jawa.

Nah, masihkah Anda abai dan tidak melestarikan makanan khas leluhur kita?

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.