Selasa, 28 Jul 2026 23:05 WIB

40 Hari Tragedi Kanjuruhan Kota Malang Menghitam

Sejumlah pendukung Aremaa melakukan long march menuntut pengungkapan Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober silam. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnoq.com)
Sejumlah pendukung Aremaa melakukan long march menuntut pengungkapan Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober silam. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnoq.com)

jatimnow.com - Ribuan Aremania mengenakan baju hitam untuk memadati Kota Malang. Pencita klub sepak bola Arema FC itu melakukan long march untuk memperingati 40 hari Tragedi Kanjuruhan.

Sejumlah Aremania juga terlihat membawa spanduk dengan tulisan #usuttuntas serta keranda yang berjumlah 137, sebagai simbol 135 korban jiwa serta foto korban.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Nampak mereka menuarakan yel-yel "Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan" saat melakukan long march, dari Stadion Gajayana menuju ke Alun-Alun Tugu Kota Malang, Kamis (10/2022).

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan pecinta setia Arema itu. Pertama adalah tangkap dan adili seluruh aktor di balik Tragedi Stadion Kanjuruhan, sekaligus eksekutor lapangan.

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Kedua, jadikan Tragedi Stadion Kanjuruhan sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Tuntutan ketiga adalah bayar segala kerugian yang diderita korban dan keluarga korban melalui mekanisme kompensasi dan restitusi.

Dalam aksi itu juga menyampaikan tidak ada sepak bola seharga nyawa dan tak ada pelanggaran HAM berat yang layak untuk dimaafkan.

Baca Juga: Pemandangan Alam dan Ragam Trek Jadi Daya Tarik Selorejo Run Challenge Malang

Salah satu Aremania, Arif Setiawan mengaku ia merasa terpanggil untuk hadir dan berharap dari aksi ini ada keseriusan dari penegak hukum, agar mengusut benang merah peristiwa maut tersebut.

“Usut tuntas tragedi kelam ini, kami Aremania berharap ada keterbukaan dalam prosesnya,” singkatnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.