Sabtu, 13 Jun 2026 17:15 WIB

Cegah Uang Palsu, Pasar Tradisional Kediri Terapkan Transaksi Digital

Kepala Bank Indonesia Kediri, M Choirur Rofiq mencoba transaksi menggunakan QRIS di Pasar Pamenang Pare. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Kepala Bank Indonesia Kediri, M Choirur Rofiq mencoba transaksi menggunakan QRIS di Pasar Pamenang Pare. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasar tradisional Pamenang Pare, Kabupaten Kediri kini sudah menerapkan transaksi digital. Langkah ini efektif untuk mencegah peredaran uang palsu.

Program digitalisasi di Pasar Pamenang Pare baru saja diresmikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, bersama pemerintah daerah setempat, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Digitalisasi pasar tradisional dengan nama pasar SIAP QRIS, akronim dari Sehat, Inovatif, Aman Pakai Qris ini merupakan gagasan dari Kementerian Perdagangan. Tujuannya untuk meningkatkan efektifitas transaksi pembayaran di masyarakat.

Salah satu manfaat yang paling vital adalah mencegah terjadinya peredaran uang palsu. Seperti diketahui baru-baru ini, Polres Kediri bersama Polda Jawa Timur mengungkap pabrik uang palsu jaringan antarprovinsi di Kabupaten Bandung Barat.

Di Kediri, uang palsu itu diduga telah beredar puluhan ribu lembar pecahan Rp100 Ribu atau senilai Rp2 miliar.

“Tentunya pedagang tidak perlu menyediakan kembalian, dan tidak perlu khawatir menerima uang palsu dari pembayaran tersebut,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Kediri, M Choirur Rofiq.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Sementara itu, sebagai konsumen, lanjut M Choirur Rofiq masyarakat juga tidak perlu repot membeli barang dengan uang tunai. QRIS dari masing-masing bank membuat transaksi ini lebih efektif.

Selain di Pasar Pamenang, program pasar SIAP QRIS juga dirilis Bank Indonesia Kediri di Kota Madiun, Kabupaten Nganjuk, dan Ngawi.

“Jadi, Kementerian Perdangan menargetkan penerapan transaksi digital di 250 pasar se indonesia,” tambah M Choirur Rofiq.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Sejauh ini di Kabupaten Kediri terdapat 96.086 merchant menggunakan sistem QRIS, dengan total transaksi tahun ini mencapai 99.806. Adapun 56 persennya dicatat oleh sektor UMKM.

Bank Indonesia akan terus mendorong peningkatan efektifitas transaksi pembayaran melalui kampanye langsung ke masyarakat.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.