Rabu, 22 Jul 2026 11:36 WIB

Dewan Pers Gandeng BNPT Godok SOP Peliputan Terorisme

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 05 Nov 2022 19:00 WIB
BNPT bersama Dewan Pers saat menggelar workshop di Hotel Grand Mercure Surabaya City, Sabtu (5/11/2022) - (Foto-foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
BNPT bersama Dewan Pers saat menggelar workshop di Hotel Grand Mercure Surabaya City, Sabtu (5/11/2022) - (Foto-foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bersama Dewan Pers menggelar workshop bertema "Peran Pers dalam Pencegahan Paham Radikalisme untuk Mewujudkan Indonesia Harmoni" di Hotel Grand Mercure Surabaya City, Sabtu (5/11/2022).

"Kegiatan ini untuk membekali teman-teman wartawan yang melakukan kegiatan jurnalistik agar tidak terpeleset. Sebagai media, harus punya tanggung jawab terhadap pemberitaan yang disajikan, khususnya di bidang terorisme ini," terang Plt Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Agung mengatakan bahwa workshop ini merupakan pilot project dari kerjasama dengan BNPT untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme. Ia mengimbau agar para jurnalis senantiasa menjaga kode etik jurnalis dalam melakukan peliputan.

"Kami bersama BNPT sedang membahas Standar Operasional Prosedur (SOP) yang nantinya mungkin bisa menjadi buku saku rekan-rekan di lapangan untuk peliputan terorisme. Jadi mana yang boleh dan tidak saat ini sedang kami bahas," jelasnya.

Plt Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya saat memberikan keterangan kepada awak media usai workshopPlt Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya saat memberikan keterangan kepada awak media usai workshop

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Terkait pelanggaran wartawan dalam peliputan terorisme, Agung menyatakan jika dari laporan yang diterima, hanya sedikit sekali pelanggaran. Pihaknya lebih menyoroti permasalahan lain, seperti clickbait dan pemberitaan yang tidak berimbang.

"September 2022 pelanggaran kasus sekitar 800. Permasalahan pemberitaan teroris spesifik tidak banyak dan bisa dihitung dengaan jari. Masalah sekarang adalah media membuat berita hanya dari rilis. Kalau hanya satu sumber bagaimana bisa tahu kalau berita itu betul atau tidak. Ini masalah kualitas berita," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sementara Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT, Kolonel Setyo menambahkan, dalam mencegah meluasnya paham radikalisme, perlu kerja sama berbagai sektor dan lapisan masyarakat.

"Media atau kantor berita itu salah satu bagian penting untuk mencegah perluasan paham radikalisme di Indonesia khususnya. Kami berharap sinergi antar berbagai sektor lapisan masyarakat bisa meminimalkan pemahaman radikalisme di Indonesia," ungkap Setyo.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.