Rabu, 22 Jul 2026 18:42 WIB

BI Jatim Beber Kualitas Uang Palsu, Ini Penjelasannya

  • Penulis :
  • | Jumat, 04 Nov 2022 07:26 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto (kiri) didampingi Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto (tengah) di sela ungkap penangkapan sindikat uang palsu. (foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto (kiri) didampingi Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto (tengah) di sela ungkap penangkapan sindikat uang palsu. (foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Peredaran uang palsu yang diungkap Polda Jawa Timur dan Polres mendapat tanggapan dari Bank Indonesia (BI) Jawa Timur.

Menurut Kepala Perwakilan Wilayah BI Jatim, Budi Hanoto bahwa kualitas uang palsu yang beredar itu jauh berbeda.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

“Kualitas uang palsu ini jauh berbeda, warnanya lebih buram jika dibandingkan dengan yang asli,” Kata Budi di sela press release di Polda Jatim, Kamis (3/11/2022).

Meskipun mencoba memakai embors, upaya tersebut tidak akan menjadikannya mirip seperti uang rupiah yang asli.

“Ada embors-embors di uang palsu. Tapi perbedaannya mencolok, dan tetap ada ketika dilakukan 3D yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Selebihnya pencantuman tanda tangan pada uang palsu juga jauh berbeda,” lanjutnya.

Baca Juga: Kasus Catatan Sipil Endang Dibuka Lagi, Polda Jatim Gelar Perkara Khusus

Dalam kesempatan tersebut, Budi menegaskan bahwa pemalsuan sebagai Tindakan merendahkan rupiah sebagai simbol negara. Termasuk perbuatan melawan hukum.

"Sesuai dengan undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang rupiah, bahwa rupiah merupakan simbol dari kedaulatan negara. Kita wajib menghormati dan menghargainya,” pungkas Budi.

Baca Juga: Ayah Hamili Anak Kandung, Wali Kota Surabaya: Saya Harap Dihukum Berat

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Polda Jatim dan Polres Kediri menangkap 11 orang yang terlibat dalam sindikat uang palsu.

Dari 11 tersangka, terdapat seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Pria berinisial SD (48) yang tinggal di Desa Karanglangu, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, diduga menjadi otak sindikat antarprovinsi.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.