Senin, 08 Jun 2026 16:03 WIB

Gagal Ginjal Akut Akibat Anak Gopok

  • Penulis :
  • | Jumat, 28 Okt 2022 17:16 WIB
Ilustrasi anak-anak sedang bermain handphone (Foto: AMRO Institute for jatimnow.com)
Ilustrasi anak-anak sedang bermain handphone (Foto: AMRO Institute for jatimnow.com)

jatimnow.com - Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada balita lagi ramai di jagat kesehatan Tanah Air. Jumlah kasus terus bertambah, begitu pula prosentase fatalitas.

Patogenesis GGAPA

Baca Juga: Tren Penyakit Gagal Ginjal Naik di Trenggalek, Pasien Termuda Usia 15 Tahun

Pada dasarnya kasus GGAPA menyerang balita yang memiliki respon imun berlebihan (overreactive immune response). Respon imun berlebihan membuat balita rentan dengan berbagai jejas seperti debu, dingin, protein seafood, laktosa dalam susu termasuk EG (etilen glikol).

Dysbiosis (patogen mengambil alih dominasi probiotik dalam usus), merupakan penyebab respon imun yang berlebihan.

EG dimetabolisme oleh enzym tubuh menjadi asam oksalat. Asam oksalat yang tidak didegradasi probiotik dapat diserap usus, lalu melalui peredaran darah diekskresikan ke ginjal. Dalam ginjal berikatan dengan kalsium membentuk kristal kalsium oksalat.

Balita dengan respon imun berlebihan, manakala mendapat jejas kristal kalsium oksalat menimbulkan keradangan hebat dan bisa berujung pada kegagalan ginjal.

Patogenesis Respon Imun Berlebihan

Ibu menurunkan probiotik ke bayinya melalui jalan lahir dan memberi ASI. Lazimnya setelah 1000 hari (3 tahun) kolonisasi mikrobiota menjadi sempurna.

Kolonisasi mikrobiota terlambat (Immature Gut Microbiota) pada bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar dan tidak mendapat ASI. Immature gut microbiota merupakan salah satu bentuk dysbiosis. Diperburuk oleh pola hidup balita yang tidak sehat dan pemakaian antibiotik yang tidak rasional.

Balita khususnya diperkotaan kurang aktifitas outdoor, malas gerak, lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget dalam kamar. Hal ini mengakibatkan probiotik tidak berkembang, sebaliknya patogen tumbuh subur. Lalu terjadilah dysbiosis.

Dysbiosis semakin diperburuk oleh pemakaian antibiotik yang tidak rasional. Antibiotik memang dipakai untuk tujuan membunuh patogen penyebab penyakit infeksi. Namun antibiotik membunuh lebih banyak probiotik.

Dysbiosis Penyebab Respon Imun Berlebihan

Baca Juga: Waspadai Gagal Ginjal di Usia Muda, Hindari 7 Kebiasaan Ini sebelum Terlambat!

Mikrobiota yang beragam dan seimbang (eubiosis) mendidik sel imun untuk memproduksi sitokin proinflamasi (respon imun pemicu radang) seimbang dengan sitokin antiinflamasi (respon imun pereda radang).

Memiliki respon imun yang seimbang membangun pertahanan tubuh terkuat. Tersedia sitokin proinflamasi (ibarat senjata api) untuk menghancurkan benda asing atau melumpuhkan musuh dan tersedia sitokin antiinflamasi (ibarat pemadam kebakaran) untuk memadamkan api jangan sampai membakar rumah sendiri (badai sitokin), setelah musuh dilumpuhkan.

Dysbiosis sebaliknya menyebabkan respon imun berlebihan. Sel imun memproduksi lebih banyak sitokin proinflamasi daripada sitokin antiinflamasi. Benda asing atau musuh bisa dimusnahkan tapi api akibat tembakan membakar rumah sendiri.

Respon Imun Berlebihan Rentan Jejas

Balita dengan respon imun berlebihan akan menderita:

Alergi ketika terpapar debu, serbuk sari bunga dan dingin.
Lactosa Intolerant setelah minum susu sapi.
Autoimmune ketika terpapar patogen.
GGAPA manakala mendapat jejas kristal kalsium oksalat yang merupakan metabolit EG.

Baca Juga: Dear Moms! Pahami Dehidrasi pada Bayi, Ciri dan Cara Penanganannya

Membangun Respon Imun Seimbang

Pola hidup sehat: tidur cukup, berolahraga teratur (tidak malas gerak), makan makanan bergizi seimbang dan megelola stres, dapat menumbuhkan probiotik untuk membangun mikrobiota yang beragam dan seimbang.

Mencegah atau restorasi dysbiosis dengan suplementasi rutin probiotik. Probiotik Multistrain lebih cepat merestorasi dysbiosis menjadi kembali beragam dan seimbang.

Memiliki respon imun yang seimbang membangun pertahanan tubuh terkuat baik terhadap invasi patogen maupun terhadap keradangan akut/kronis akibat berbagai macam jejas.

PRO EM1 adalah Suplemen Kesehatan yang mengandung probiotik multistrain dan metabolit aktif dengan masa simpan yang panjang. Telah mendapat izin edar BPOM sebagai Suplemen dalam negeri, berbahan baku 100% lokal.

#SeimbangkanHarimu #PROEM1 #ProbiotikMultistrain #FutureMedicine #MikrobiotaUsus #GagalGinjalAkut #Dysbiosis #ResponImunBerlebihan #PemakaianAntibiotikTidakRasional

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.