Rabu, 22 Jul 2026 14:25 WIB

Umbar Basuki, Seniman Muda Inspiratif Asal Lamongan

Umbar Basuki, pelopor Batik Daliwangun Lamongan.(Foto: Umbas Basuki for jatimnow.com)
Umbar Basuki, pelopor Batik Daliwangun Lamongan.(Foto: Umbas Basuki for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bermula dari kecintaan terhadap seni dan tanah kelahirannya, seorang seniman muda asal Lamongan berhasil menginspirasi banyak kalangan.

Dia adalah Umbar Basuki. Pemuda inspiratif pelopor terciptanya Batik Daliwangun. Lewat tangan uletnya, ia sukses membawa nama Lamongan banyak disebut pada even dan lomba-lomba regional.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

Umbar begitu ia disapa, lahir 29 tahun silam di sebuah Dusun bernama Medali, Desa Daliwangun, Kecamatan Sugio, Lamongan. Lewat karyanya, Umbar berhasil memperkenalkan dan menyampaikan asal-usul di balik cerita rakyat tanah kelahirannya dalam sebuah karya batik yang estetik.

"Batik ini dibuat untuk melestarikan serta menuliskan cerita tentang bagaimana Desa Daliwangun yang saat zaman penjajah Belanda warga dikejar dan bersembunyi di pohon Wangun, dan di atas pohon itu terdapat kawanan burung dali," katanya, Jumat (28/10/2022).

Ia mempelopori Batik Daliwangun sekitar awal 2019. Bermula dari keresahannya terhadap akulturasi budaya yang dialami pada pemuda masa kini yang cenderung latah teknologi.

"Ini cara saya mengabdi pada negara, melestarikan budaya khususnya batik. Lamongan itu punya banyak potensi yang bisa dikenalkan dan saya memilih motif Lamongan selatan dengan hasil buminya," katanya.

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

Untuk prestasinya, jangan ditanya. Ia telah berhasil mencatatkan namanya sebagai juara 2 even pemprov, serta 2 even Pemkab Lamongan melalui Batik Daliwangun.

Namun sayangnya, gebrakan yang dilakukan Umbar belum mendapat jalan untuk verifikasi Hak dan Kekayaan Intelektual (HAKI). Kini dirinya hanya memakai merk dagang Batik Tulis Soejono.

"HAKI kalau mandiri butuh biaya yang nggak sedikit, makanya sementara saya daftarkan Batik Tulis Soedjono. Itupun ada historisnya, mengambil nama bapak saya yang wafat pada 2018 silam sebelum saya mulai aktif membatik. Bentuk dedikasi kepada almarhum," ujarnya.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Sementara untuk melestarikan agar batik Daliwangun terus ada, masyarakat muda khususnya dan anak-anak tingkat SD dikenalkan dengan batik serta diberikan pelatihan cara membatik.

"Jadi saya kebetulan kuliahnya dulu di seni rupa STKW Surabaya. Kemudian saya berpikir ingin mengangkat cerita yang ada di desa. Kemudian saya bilang ke warga jika batik ini tak sekadar menjadi hobi tapi bisa menghasilkan cuan," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.