Minggu, 14 Jun 2026 05:19 WIB

Eri Cahyadi Sebut Pemkot Belum Kantongi Data Kasus Gagal Ginjal Akut di Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama kepolisian akan melakukan pengawasan terhadap penjualan obat sirop yang dilarang.

Langkah ini dilakukan setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) penghentian sementara penggunaan obat sirop, untuk mencegah meluasnya kasus gagal ginjal akut misterius pada anak-anak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, stok obat untuk penanganan kasus gagal ginjal akut masih menjadi misteri. Hingga kini pemkot juga belum mengantongi data lengkap tentang jumlah penderita.

"Jadi terkait dengan data itu, kita kan di Surabaya ini tidak hanya warga Surabaya, tapi rujukan. Jadi rumah sakit-rumah sakit yang menerima pasien itu, maka pasien dari rumah sakit itu yang dilaporkan ke kementerian," terang Eri, Senin (24/10/2022).

Eri mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya dan kepolisian untuk terjun melihat peredaran obat sirop di apotek maupun toko swalayan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Nanti bersama Forkopimda Surabaya kita cek turun ke lapangan. Kalau sudah ada di surat edaran (Kemenkes) apa saja merk dan jenisnya, maka kita akan lakukan cek bersama di apotek-apotek," papar dia.

"Kita agendakan turun untuk melihat apakah di apotek-apotek atau tempat penjual obat sudah ditarik semua yang terkait dengan larangan (obat sirop) dari pemerintah pusat tadi," sambung Eri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selain melakukan pengawasan peredaran obat sirop, setiap puskesmas juga akan ditugaskan secara masif memberikan sosialisasi kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

"Makanya kepala puskesmas turun di masing-masing kelurahan dengan jajaran pemkot, RT/RW dan Kader Surabaya Hebat (KSH). Itu yang akan kita lakukan secara maksimal. Semoga dengan begitu masyarakat akan tahu jenis-jenis (obat sirup) yang memang tidak diperkenankan saat ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.