Senin, 08 Jun 2026 00:22 WIB

Cuaca Tak Menentu Bikin Petani Tembakau Cemberut

Hasil panen tembakau petani Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Hasil panen tembakau petani Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani tembakau di utara Kabupaten Jombang, cemberut lantaran musim panen tahun ini tak semelimpah biasanya. Kondisi cuaca yang tak menentu menjadi penyebabnya.

Petani di Desa Made, Kecamatan Kudu, misalnya. Mereka terpaksa memanen tembakau meski tanaman belum tumbuh maksimal. Apalagi sejak awal musim tanam, tanaman kerap diterjang hujan.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

"Hasil panen kali ini memang tidak bisa maksimal. Karena pada saat tanam kemarin cuaca tidak menentu, lantaran terkadang turun hujan. Sehingga, membuat tanaman tembakau menjadi rusak," ungkap Puspita Dewi, petani tembakau di Desa Made, Minggu (2/10/2022).

Sudah dua kali, ia mengganti tanamannya sewaktu awal tanam, diakibatkan tanaman yang busuk terkena hujan. Apabila tidak diganti dengan yang baru, para petani khawatir gagal panen.

"Kalau dulu tidak diganti yang busuk-busuk itu malah tidak panen," katanya.

Baca Juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau

Akibat kondisi ini, hasil panen yang biasanya bisa mencapai 2 ton lebih per satu hektar lahan, kini menghasilkan tak sampai 2 ton tembakau.

"Paling bagus sekarang hanya 1,6 ton saja," jelasnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Meski begitu, Dewi mengaku tidak terlalu merugi. Sebab harga tembakau tergolong stabil di pasaran.

"Untuk tembakau kering kualitas bagus masih laku diharga Rp35 ribu per kilogramnya. Kalau yang jelek itu harga Rp31 ribu sampai Rp32 ribu per kilogramnya," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.