Kamis, 23 Jul 2026 20:40 WIB

Cuaca Tak Menentu Bikin Petani Tembakau Cemberut

Hasil panen tembakau petani Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Hasil panen tembakau petani Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani tembakau di utara Kabupaten Jombang, cemberut lantaran musim panen tahun ini tak semelimpah biasanya. Kondisi cuaca yang tak menentu menjadi penyebabnya.

Petani di Desa Made, Kecamatan Kudu, misalnya. Mereka terpaksa memanen tembakau meski tanaman belum tumbuh maksimal. Apalagi sejak awal musim tanam, tanaman kerap diterjang hujan.

Baca Juga: BNI Terapkan Pengawasan Berlapis untuk Penyaluran KUR

"Hasil panen kali ini memang tidak bisa maksimal. Karena pada saat tanam kemarin cuaca tidak menentu, lantaran terkadang turun hujan. Sehingga, membuat tanaman tembakau menjadi rusak," ungkap Puspita Dewi, petani tembakau di Desa Made, Minggu (2/10/2022).

Sudah dua kali, ia mengganti tanamannya sewaktu awal tanam, diakibatkan tanaman yang busuk terkena hujan. Apabila tidak diganti dengan yang baru, para petani khawatir gagal panen.

"Kalau dulu tidak diganti yang busuk-busuk itu malah tidak panen," katanya.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Akibat kondisi ini, hasil panen yang biasanya bisa mencapai 2 ton lebih per satu hektar lahan, kini menghasilkan tak sampai 2 ton tembakau.

"Paling bagus sekarang hanya 1,6 ton saja," jelasnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Meski begitu, Dewi mengaku tidak terlalu merugi. Sebab harga tembakau tergolong stabil di pasaran.

"Untuk tembakau kering kualitas bagus masih laku diharga Rp35 ribu per kilogramnya. Kalau yang jelek itu harga Rp31 ribu sampai Rp32 ribu per kilogramnya," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.