Minggu, 14 Jun 2026 06:49 WIB

BNPT Gandeng Kementerian Pendidikan Godok Kurikulum Anti Radikalisme

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alisius saat berada di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alisius saat berada di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya

jatimnow.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia untuk bersama-sama mengidentifikasi penyebaran paham radikal di lingkungannya.

"Mahasiswa atau dosen perlu mengidentifikasi penyebaran paham-paham itu di sekeliling mereka sehingga mereka bisa tahu persis dan bahkan bisa mencegah upaya penyebaran paham radikal," kata Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius saat ditemui di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Selasa (24/7/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Suhardi mengatakan, untuk menyelamatkan generasi muda yang masih labil emosi dan mempunyai rasa keinginan tahuan lebih itu, BNPT akan membuat sosok duta anti faham radikal.

"Ancaman doktrinisasi pemuda itu sering masuk lewat media sosial, kita juga akan menangkalnya dengan melibatkan sosok pemuda kekinian yang memiliki follower terbanyak untuk aktif menularkan virus baik kepada pengguna aktif media sosial," terangnya.

Suhardi menjelaskan, identifikasi itu dengan mengajari anak muda untuk mengenali, memilah dan memilih informasi yang masuk melalui teknologi digital yang membuat kondisi saat ini carut marut.

Pihaknya telah menyampaikan kepada para rektor dan wakil rektor perguruan tinggi terkait fakta-fakta tentang penyebaran paham radikalisme yang dilakukan kelompok teroris.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dari pertemuan itu diharapkan membentuk pola yang seragam dalam pencegahan radikalisme. Dan akan memasukkan kurikulum  anti radikalisme pada tataran pendidikan di Indonesia.

"Kita bersmaa kemenristekdikti dan Kemendikbud untuk untuk membuat satu pola seragam, salah satunya dalam bentuk kurikulum. Kalau di Kemendikbud ada pendidikan penguatan karakter. Nantinya akan ada konten-konten bagaimana mencegah paham itu masuk." urainya.

Pola lain yang dapat mencegah paham radikalisme, lanjut Suhardi, dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda agar memiliki rasa cinta tanah air.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Itu sudah dirumuskan oleh Mendikbud dan tugas kita untuk memonitoring saja," ujarnya.

Reporter : Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.